We can't find the internet
Attempting to reconnect
Something went wrong!
Hang in there while we get back on track
Paparan Mikroplastik Melalui Konsumsiair Minum: Studi Kasus Pada Karyawan Pt.long Rich Indonesia
AI summary Read the abstract
Researchers estimated annual microplastic exposure through drinking water among 304 employees at a company in Indonesia, finding that single-use bottled water delivered the highest exposure — approximately 1.1 million particles per person per year — about 51 times more than gallon-jug water and 8 times more than tap water from the municipal supply.
Penurunan pada kualitas dan kuantitas air bersih dan air minum sangat dipengaruhi oleh kerusakan lingkungan hidup yang kini semakin parah, hal ini diakibatkan karena banyaknya sampah yang menumpuk tidak hanya di perkotaan tapi juga di perairan. Sampah merupakan masalah yang sangat serius bagi masyarakat di dunia saat ini. Salah satu jenis sampah yang banyak ditemukan di perairan adalah sampah plastik. Plastik merupakan kemasan yang banyak digunakan dalam berbagai sektor kehidupan. Penggunaan plastik banyak diminati oleh masyarakat karena memiliki banyak keunggulan mulai dari harganya yang ekonomis, tahan lama atau tidak mudah rusak, ringan serta mudah untuk didapat. Akan tetapi, setelah tidak terpakai lagi seluruh plastik tersebut akhirnya menjadi limbah yang terakumulasi di alam.Manusia memerlukan asupan air yang cukup untuk memenuhi kesehatan tubuhnya, yaitu sekitar 1–2,5 Liter atau 6–8 gelas setiap hari. World Health Organization mencatat bahwa manusia setidaknya mengkonsumsi 2 hingga 3 liter air minum per hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui estimasi paparan mikroplastik melalui air minum yang dikonsumsi karyawan PT. Long Rich Indonesia. Data konsumsi air minum karyawan diambil melalui respons dari pertanyaan kuesioner dan data konsentrasi partikel mikroplastik didapat melalui pencarian penelitian terdahulu yang meneliti konsentrasi partikel mikroplastik pada air minum khususnya pada air minum dalam kemasan galon, air minum dalam kemasan botol sekali pakai dan air minum dari PDAM. Paparan partikel yang dikonsumsi harian oleh 304 responden dengan asumsi volume air minum memiliki rata-rata sebesar 58 partikel dari air galon, 3.008 partikel dari air minum dalam kemasan, dan 357 partikel dari air PDAM. Sedangkan paparan partikel mikroplastik yang dikonsumsi setiap tahunnya per orang mencapai 21,35 x10³ partikel dari air galon, 1,10 x 10⁶ partikel dari AMDK dan 130,22 x 10³ partikel dari PDAM. Penelitian ini menunjukkan paparan seluruh responden paling tinggi didapatkan dari konsumsi AMDK yang sekitar 8 kali lebih tinggi daripada air dari PDAM dan 51 kali lebih tinggi daripada air galon. Hal ini menguatkan bahwa pilihan jenis air minum menjadi sangat penting dan konsumsi air AMDK memberikan risiko paparan mikroplastik yang lebih besar karena kandungan mikroplastiknya yang lebih tinggi dibandingkan jenis air lainnya. Konsumsi air minum harian oleh responden laki-laki memiliki rata-rata yang lebih tinggi dibandingkan responden perempuan, serta berbanding lurus dengan rata-rata paparan mikroplastik bagi responden laki-laki dan perempuan. Rata-rata paparan partikel mikroplastik tahunan responden sebesar 1,25 x 10⁶ ± 755,65 x 10³ partikel per tahun.
More Papers Like This
Kandungan Mikroplastik Pada Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang Beredar di Semarang, Jawa Tengah
AI summary Read the abstract
This Indonesian study detected and characterized microplastics in bottled drinking water (AMDK) sold in Semarang, Central Java. Bottled water is widely consumed as a supposedly hygienic alternative to tap water, making findings of microplastic contamination in this product category particularly relevant to understanding direct human ingestion pathways.
Identifikasi Mikroplastik Pada Air PDAM Yang Dikonsumsi Oleh Masyarakat Di Kelurahan Pampang Kota Makassar
AI summary Read the abstract
Researchers identified microplastic contamination in tap water supplied to residents of Pampang Village in Makassar, Indonesia, detecting an average abundance of 9.167 particles per liter with blue line-shaped microplastics predominating, and recommending that residents use filtration systems and maintain clean storage containers.
Penilaian Risiko Kesehatan Akibat Pajanan Mikroplastik Polyethylene Terephthalate (PET) dalam Air Minum Isi Ulang di Kelurahan Tamangapa, Makassar Menggunakan Metode Environmental Health Risk Assessment
AI summary Read the abstract
This study characterized microplastic distribution in Arctic and subarctic marine sediments, analyzing samples from sea floor cores to document plastic particle abundance and types. The findings reveal pervasive microplastic contamination in Arctic deep sea sediments, reflecting both local and long-range transport sources.
Analisis Mikroplastik Pada Air Minum Dalam Kemasan Di Kota Padang
AI summary Read the abstract
Researchers analyzed microplastics in 30 bottled water samples from three brands in Padang, Indonesia, finding contamination in all samples at concentrations of 5-11 particles per liter. Fragment morphotypes dominated, followed by fibers and pellets, and significant differences in microplastic abundance were found between brands, raising consumer safety concerns in the Indonesian context.
Drinking Water Contamination by Microplastics in India: Comparative Analysis, Risk Assessment, and Global Implications
AI summary Read the abstract
A systematic review of Indian drinking water studies found microplastic concentrations up to 10,000 MPs per liter in bottled water and up to 60 MPs per liter in tap water, with children consuming up to 0.291 MPs per kilogram per day from bottled water alone. The findings highlight significant drinking water contamination across India and project long-term health risks including endocrine disruption, bioaccumulation, and cytotoxicity from chronic low-level microplastic ingestion.
Research digests by email
When a large batch of papers lands in the Atlas, we read through it and send a short write-up of what stood out.