We can't find the internet
Attempting to reconnect
Something went wrong!
Hang in there while we get back on track
Temuan Mikroplastik pada Sedimen Sungai Progo dan Sungai Opak Kabupaten Bantul
AI summary Read the abstract
Researchers compared microplastic abundance in river sediments from the Progo and Opak rivers in Bantul, Indonesia, finding microplastics in all samples (209–3,730 particles/kg) with the Opak River showing significantly higher concentrations, likely due to tributary inputs and leachate from a nearby landfill.
Di Kabupaten Bantul terdapat dua sungai besar yang digunakan sebagai air baku dan tempat memancing warga, yaitu Sungai Opak dan Sungai Progo yang masih belum terdata pencemaran mikroplastiknya. Padahal mikroplastik sudah banyak dipublikasikan mencemari sungai di Indonesia dan membahayakan bagi makhluk hidup jika terkonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kelimpahan mikroplastik pada sedimen Sungai Opak dan Sungai Progo di Kabupaten Bantul. Pengambilan sampel sedimen dilakukan pada bulan Desember 2020 dimana masing-masing sungai terdapat dua stasiun dan dalam satu stasiun diambil tiga sampel sedimen. Setiap sampel dilakukan penyaringan, pengeringan, penimbangan berat kering, pemisahan densitas, pemilahan secara visual untuk menghitung kelimpahan mikroplastik. Hasil penelitian menunjukan bahwa mikroplastik berada pada seluruh sampel sedimen Sungai Progo dan Sungai Opak dengan.rentang kelimpahan mikroplastik pada Sungai Progo sebesar 209,37 hingga 1.173,25 partikel/kg dan Sungai Opak sebesar 314,54 hingga 3.729,67 partikel/kg. Kelimpahan mikroplastik tertinggi terdapat pada sampel sedimen Sungai Opak dengan rata-rata sebesar 1.799,33 ± 1.430,87 partikel/kg. Adanya pertemuan dengan Sungai Code, Sungai Gadjahwong dan Sungai Oyo, serta buangan air lindi TPA Piyungan ke Sungai Opak membuat kelimpahan mikroplastik di Sungai tersebut sangat tinggi terutama di bagian hilir sungai. Kata Kunci: kelimpahan, bantul, mikroplastik, sungai opak, sungai progo
More Papers Like This
Temuan Mikroplastik pada Air di Instalasi Pengolahan Air 50 Liter per Detik Kamijoro Kabupaten Bantul
AI summary Read the abstract
Researchers measured microplastic abundance in inlet and outlet water at a 50-liter-per-second drinking water treatment plant in Bantul, Indonesia, finding 3,372 particles/liter in untreated water and a 70% reduction to 1,416 particles/liter after treatment, with polystyrene and polyamide fibers as the dominant polymer types identified by FTIR.
Identifikasi Jenis, Warna, dan Ukuran Mikroplastik pada Air dan Sedimen di Sungai Buntung, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur
AI summary Read the abstract
Researchers identified microplastics in water and sediment samples from Buntung River, East Java, Indonesia, finding fragments most dominant in both matrices (39–46%), with blue-colored particles (28–30%) and sizes of 0.1–0.5 mm predominating, and statistically significant differences in microplastic abundance between water and sediment.
Pengaruh Air Lindi TPST Piyungan Terhadap Keberadaan Mikroplastik di Air Sungai Opak Yogyakarta
AI summary Read the abstract
Researchers investigated the influence of leachate from the Piyungan landfill on microplastic levels in the Opak River, Yogyakarta, finding 403 particles per milliliter near the leachate pond and demonstrating via ANOVA that landfill leachate significantly elevates microplastic abundance, with nylon identified as the predominant polymer type.
Microplastic Abundance in Water and Sediments in the Opak River Estuary, Bantul, Special Region of Yogyakarta
AI summary Read the abstract
Researchers tested water and sediment samples from the Opak River Estuary in Indonesia for tiny plastic particles called microplastics. Microplastics were found in every sample, with higher amounts in sediment than in water. Most particles were fragment-shaped and black in color.
Analisis Konsentrasi Dan Sebaran Mikroplastik Di Muara Sungai Bedahan, Wonokerto, Kabupaten Pekalongan
AI summary Read the abstract
Researchers measured microplastic abundance and distribution in water and sediment at the mouth of the Bedahan River in Pekalongan, Indonesia, finding concentrations of 99–347 particles/m³ in water and 653–1,368 particles/kg in sediment, with fragments and films dominating, and demonstrating that hydrodynamic currents and river discharge drive spatial distribution patterns.
Research digests by email
When a large batch of papers lands in the Atlas, we read through it and send a short write-up of what stood out.