We can't find the internet
Attempting to reconnect
Something went wrong!
Hang in there while we get back on track
Analisis Konsentrasi Dan Sebaran Mikroplastik Di Muara Sungai Bedahan, Wonokerto, Kabupaten Pekalongan
AI summary Read the abstract
Researchers measured microplastic abundance and distribution in water and sediment at the mouth of the Bedahan River in Pekalongan, Indonesia, finding concentrations of 99–347 particles/m³ in water and 653–1,368 particles/kg in sediment, with fragments and films dominating, and demonstrating that hydrodynamic currents and river discharge drive spatial distribution patterns.
Kabupaten Pekalongan dikenal sebagai kota industri, dimana terdapat berbagai aktivitas dan kegiatan antropogenik. Hasil dari aktivitas antropogenik tersebut menghasilkan buangan limbah cair dan padat. Perairan bedahan merupakan salah satu wilayah yang menjadi dampak dari hasil buangan limbah dari aktivitas antropogenik.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan dan sebaran mikroplastik di air dan sedimen di muara Sungai Bedahan, Pekalongan. Sungai Bedahan merupakan sungai terbesar dengan banyak aktivitas antropogenik di sekitarnya. Sampling dilakukan pada tanggal 25 Juni 2023 saat musim timur di Muara Sungai Bedahan, Kabupaten Pekalongan. Penelitian dilakukan pada keadaan surut menuju pasang dengan pengambilan data lapangan berupa sampel mikroplastik pada 8 titik dan sedimen diambil di 3 titik . Hasil menunjukkan bahwa kelimpahan mikroplastik sebesar 99 – 347 partikel/m3 pada sampel air dan 653 – 1368 partikel/kg pada sampel sedimen. Jenis mikroplastik yang paling mendominasi yaitu fragment dan film serta warna yang paling banyak ditemukan adalah hitam (>50%). Kelimpahan dan sebaran mikroplastik terbesar pada sampel air terdapat di perairan lepas dan pada sampel sedimen kelimpahan dan sebaran mikroplastik terbesar terdapat di daerah pesisir. Sebaran mikroplastik dipengaruhi oleh aktivitas antropogenik serta hidrodinamika. arus bergerak dari arah timur menuju ke barat. Dari hasil model arus didapat kecepatan tertinggi sebesar 0.225 m/s. Arus memiliki peran penting untuk distribusi mikroplastik perairan. Selain faktor arus, sebaran mikroplastik pada permukaan air dipengaruhi oleh debit air sungai yang membawa mikroplastik menuju ke daerah lautan.
More Papers Like This
Analisis Kelimpahan Dan Sebaran Mikroplastik Pada Perairan Dan Sedimen Di Laguna, Kabupaten Pekalongan
AI summary Read the abstract
Researchers analyzed microplastic abundance and distribution in both water and sediment at Pekalongan Lagoon, Indonesia, using density separation and microscopic identification, finding peak water concentrations of 51 particles/L and sediment concentrations of 705 particles/kg, with fiber and fragment types dominating and significant correlations with oceanographic parameters including dissolved oxygen, pH, and salinity.
Identifikasi Jenis Dan Kelimpahan Mikroplastik Pada Sedimen Di Muara Sembilang Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur
AI summary Read the abstract
Researchers identified and quantified microplastics in sediments from Muara Sembilang estuary in East Kalimantan, Indonesia, finding a total abundance of 1,613 particles/kg with fragments dominating at 41%, followed by films and fibers, with no statistically significant difference in abundance among morphotype categories.
Identifikasi Jenis dan Kelimpahan Mikroplastik pada Sedimen di Danau Buatan Bandar Kayangan Lembah Sari Kecamatan Rumbai Pesisir Kota Pekanbaru
AI summary Read the abstract
Researchers identified and quantified microplastics in sediments from an artificial lake in Pekanbaru, Indonesia, finding three morphotypes — fragments (37%), fibers (33%), and films (30%) — with abundances ranging from 358 to 440 particles per kg across sampling stations.
Identifikasi Bentuk Mikroplastik Di Sungai Martapura (studi Kasus: Sisi Barat Muara Kelayan)
AI summary Read the abstract
Researchers identified microplastic types in water and sediment samples from the Martapura River estuary in Banjarmasin, Indonesia, using 40x binocular microscopy. Fibers dominated in both water (93%) and sediment (64%), with fragments and films also present.
Distribusi Mikroplastik Pada Sedimen Di Wilayah Pesisir Pantai Lamaru Kota Balikpapan Kalimantan Timur
AI summary Read the abstract
Researchers assessed microplastic distribution in coastal sediments at Lamaru Beach, Balikpapan, East Kalimantan, finding fragments as the most abundant type (46,340 particles/kg/m²), followed by fibers and films, with statistically significant differences in abundance between fragment and film types, reflecting ongoing plastic fragmentation in this coastal environment.
Research digests by email
When a large batch of papers lands in the Atlas, we read through it and send a short write-up of what stood out.