We can't find the internet
Attempting to reconnect
Something went wrong!
Hang in there while we get back on track
Jenis Dan Kelimpahan Mikroplastik Pada Air Laut Di Muara Sembilang Kecamatan Samboja Provinsi Kalimantan Timur
AI summary Read the abstract
Researchers sampled seawater at Muara Sembilang estuary in East Kalimantan, Indonesia, identifying microplastic abundances of 265 particles/L at high tide and 250 particles/L at low tide, with fibers, fragments, and film all present and statistically significant differences in abundance between particle types.
Sampah plastik yang terdapat di perairan laut bersumber dari aktifitas manusia yang menjadi salah satu terjadinya pencemaran pada perairan laut. Sampah plastik kemasan dan sampah alat rumah tangga berbahan plastik yang merupakan jenis sampah yang sering dijumpai mengapung di permukaan perairan Muara Sembilang dengan sifatnya yang sulit untuk terdegradasi. Penelitian ini khususnya dilakukan pada perairan laut Muara Sembilang Kecamatan Samboja yang bertujuan untuk mengetahui keberadaan sampah plastik yang berukuran mikro (< 5 mm) di kolom air, mengidentifikasi jenis mikroplastik dan menganalisis kelimpahan antar mikroplastik. Sampel air diambil menggunakan metode purposive sampling dengan 1 titik stasiun yang telah tentukan. Sampel air mikroplastik diambil menggunakan water sampler berkapasitas 5 liter pada kedalaman 0-20 cm dari permukaan air. Analisis data dilakukan untuk mengetahui hubungan antara variabel dengan menggunakan aplikasi SPSS statistik 23. Uji statistika yang digunakan berupa uji Shapiro-Wilk dan menggunakan uji Kruskal Wallis sebagai altenatif untuk menghitung uji normalitas jika kenormalan tidak terpenuhi. Kelimpahan mikroplastik yang teridentifikasi pada sampel air pasang dan sampel air surut yaitu, berjumlah 265 partikel/L pada air pasang dan berjumlah 250 partikel/L saat air surut di laut Muara Sembilang. Hasil analisis uji normalitas Shapiro-Wilk menunjukkan bahwa kelimpahan mikroplastik pada antar jenis saat air pasang menunjukkan hasil yang signifikan dan hasil analisis uji Kruskal Wallis kelimpahan antar jenis fiber, fragmen dan film saat air surut menunjukkan hasil yang signifikan, yaitu (sig 𝜌 (0,020) < sig 𝛼 0,05)).
More Papers Like This
Identifikasi Jenis Dan Kelimpahan Mikroplastik Pada Sedimen Di Muara Sembilang Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur
AI summary Read the abstract
Researchers identified and quantified microplastics in sediments from Muara Sembilang estuary in East Kalimantan, Indonesia, finding a total abundance of 1,613 particles/kg with fragments dominating at 41%, followed by films and fibers, with no statistically significant difference in abundance among morphotype categories.
Kandungan Mikroplastik Pada Sedimen Di Wilayah Pesisir Pantai Monpera Kota Balikpapan Kalimantan Timur
AI summary Read the abstract
Researchers measured microplastic abundance and composition in coastal sediments at Monpera Beach in Balikpapan, East Kalimantan, finding film was the dominant type at 62% of total particles (54,140 particles/kg/m²), followed by fiber and fragment, with statistically significant differences in abundance between fragment and film types.
Jenis Dan Kelimpahan Mikroplastik Pada Sedimen Pesisir Pantai Manggar Kota Balikpapan Kalimantan Timur
AI summary Read the abstract
Researchers characterized microplastic types and abundance in coastal sediments at Manggar Beach, Balikpapan, East Kalimantan, using NaCl density separation and H2O2/FeSO4 digestion followed by microscopy. Fibers were most abundant (63%), followed by fragments (32%) and films (20%), with significant differences in abundance between particle types.
Distribusi Mikroplastik Pada Sedimen Di Wilayah Pesisir Pantai Lamaru Kota Balikpapan Kalimantan Timur
AI summary Read the abstract
Researchers assessed microplastic distribution in coastal sediments at Lamaru Beach, Balikpapan, East Kalimantan, finding fragments as the most abundant type (46,340 particles/kg/m²), followed by fibers and films, with statistically significant differences in abundance between fragment and film types, reflecting ongoing plastic fragmentation in this coastal environment.
Identifikasi Kelimpahan Mikroplastik Pada Perairan di Kecamatan Sampang, Madura
AI summary Read the abstract
Researchers assessed microplastic abundance and types in the waters of Sampang District, Madura, Indonesia, finding an average total abundance of 104.54 × 10² particles/liter with fragments being most common, followed by fibers and films, attributed to anthropogenic activities including domestic waste, agriculture, fishing, and port transportation.
Research digests by email
When a large batch of papers lands in the Atlas, we read through it and send a short write-up of what stood out.