0
Article Sign in to save

Identifikasi Kelimpahan Mikroplastik Pada Perairan di Kecamatan Sampang, Madura

AI summary Read the abstract

Researchers assessed microplastic abundance and types in the waters of Sampang District, Madura, Indonesia, finding an average total abundance of 104.54 × 10² particles/liter with fragments being most common, followed by fibers and films, attributed to anthropogenic activities including domestic waste, agriculture, fishing, and port transportation.

Mikroplastik merupakan salah satu jenis pencemar di perairan yang sumbernya dapat dibedakan menjadi sumber mikroplastik primer dan sekunder. Proses degradasi mikroplastik membutuhkan waktu yang lama, diperkirakan diperlukan waktu puluhan tahun atau abad untuk menguraikan mikroplastik yang resisten. Padatnya penduduk di Kecamatan Sampang membuat aktivitas manusia semakin tinggi sehingga memungkinkan terjadinya aktivitas pencemaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelimpahan dan jenis mikroplastik pada perairan Sampang, Madura. Metode purposive sampling digunakan untuk menentukan lokasi pengambilan sampel dan untuk memperoleh titik koordinat sampel menggunakan metode Global Positioning System (GPS). Identifikasi jenis kelimpahan mikroplastik menggunakan metode yang direkomendasikan oleh NOAA. Hasil kelimpahan mikroplastik dipengaruhi oleh titik lokasi sampel dan bentuk mikroplastik (p-value sebesar 0.000 < 0.05). Rata-rata total kelimpahan mikroplastik sebesar 104.54 x 102 partikel/liter. Ragam mikroplastik yang ditemukan ialah jenis fragment, fiber, dan film. Fragment merupakan jenis yang paling banyak ditemukan di perairan dengan total rata-rata 9.56 x 102 partikel/liter, fiber dengan total rata-rata 5.06 x 102 partikel/liter, dan film dengan total rata-rata 2.80 x 102 partikel/liter. Sumber pencemaran mikroplastik di perairan Sampang berasal dari aktivitas antropogenik seperti domestik dari kegiatan masyarakat, pertanian, perikanan, dan transportasi dari pelabuhan.

More Papers Like This

Article

Kandungan Mikroplastik Pada Sedimen Di Wilayah Pesisir Pantai Monpera Kota Balikpapan Kalimantan Timur

AI summary Read the abstract

Researchers measured microplastic abundance and composition in coastal sediments at Monpera Beach in Balikpapan, East Kalimantan, finding film was the dominant type at 62% of total particles (54,140 particles/kg/m²), followed by fiber and fragment, with statistically significant differences in abundance between fragment and film types.

Article

Bentuk Dan Kelimpahan Mikroplastik Di Perairan Pulau Pasaran, Bandar Lampung

AI summary Read the abstract

Researchers surveyed microplastic abundance and distribution in the waters around Pasaran Island, Bandar Lampung, Indonesia, finding four morphological types (fiber, fragment, film, pellet) with fibers dominating at 45.1% and highest concentrations in the mangrove ecosystem; principal component analysis revealed negative correlations between microplastic abundance and water quality parameters like pH, salinity, and temperature.

Article

Jenis Dan Kelimpahan Mikroplastik Pada Sedimen Pesisir Pantai Manggar Kota Balikpapan Kalimantan Timur

AI summary Read the abstract

Researchers characterized microplastic types and abundance in coastal sediments at Manggar Beach, Balikpapan, East Kalimantan, using NaCl density separation and H2O2/FeSO4 digestion followed by microscopy. Fibers were most abundant (63%), followed by fragments (32%) and films (20%), with significant differences in abundance between particle types.

Article

Identifikasi Mikroplastik Berdasarkan Aktivitas Disekitar Kawasan Pantai Pariaman

AI summary Read the abstract

Researchers measured microplastic abundance and physical characteristics in seawater at four stations along Pariaman Beach, Indonesia, finding average concentrations of 27.5–85 particles/L, with fibers as the dominant morphotype (52%), black as the most common color, and particles sized 0.5–1 mm most prevalent.

Article

Identifikasi Jenis Dan Kelimpahan Mikroplastik Pada Sedimen Di Muara Sembilang Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur

AI summary Read the abstract

Researchers identified and quantified microplastics in sediments from Muara Sembilang estuary in East Kalimantan, Indonesia, finding a total abundance of 1,613 particles/kg with fragments dominating at 41%, followed by films and fibers, with no statistically significant difference in abundance among morphotype categories.

Research digests by email

When a large batch of papers lands in the Atlas, we read through it and send a short write-up of what stood out.

Email me about

Share this paper