0
Article Sign in to save

Perbandingan Kelimpahan Plankton Dan Mikroplastik Di Perairan Manggar Kota Balikpapan

AI summary Read the abstract

Researchers compared plankton abundance to microplastic concentrations in Manggar Bay waters, Balikpapan, Indonesia, finding fragments (58%), fibers (33%), and films (9%) at a mean of 344.3 particles/m³, with plankton still outnumbering microplastics by a ratio of 2,718:1, though contamination levels signal ongoing ecological risk.

Plankton merupakan salah satu produsen primer di perairan Manggar, Balikpapan. Plankton dapat digunakan sebagai salah satu indikator pencemaran perairan akibat aktifitas manusia, salah satunya mikroplastik. Namun, informasi tentang perbandingan antara kelimpahan plankton dan mikroplastik di perairan Balikpapan masih sangat terbatas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menganalisis jenis, perbandingan kelimpahan antara plankton dan mikroplastik di perairan Manggar, Balikpapan. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2023 di perairan Manggar, kota Balikpapan. Penentuan lokasi sampling ditentukan dengan metode purposive sampling . Sampel air diambil menggunakan plankton net ( mesh 20µm) dengan volume air sebanyak 50 L, di 4 titik sampling yang berbeda. Metode yang digunakan untuk mengidentifikasi plankton dan mikroplastik adalah metode inspeksi visual dengan menggunakan mikroskop. Hasil analisis menemukan bahwa komposisi jenis fitoplankton tertinggi adalah kelas Bacillariophyceae (20660 ind/L). Sedangkan komposisi jenis zooplankton tertinggi ditemukan dari kelas Oligotrichea (660 ind/L). Komposisi jenis mikroplastik yang ditemukan di perairan Manggar adalah fragmen 478 partikel (58%), disusul oleh fiber (272 partikel) (33%), dan film (73 partikel) (9%). Kelimpahan rerata total plankton adalah 936.000 ind/m 3 , sedangkan rerata total kelimpahan mikropastik adalah 344,3 partikel/m 3 . Perbandingan antara rasio kelimpahan plankton dan mikroplastik adalah 2718 : 1. Keberadaan plankton masih lebih melimpah jika dibandingkan mikroplastik di perairan Manggar

More Papers Like This

Article

Jenis Dan Kelimpahan Mikroplastik Pada Sedimen Pesisir Pantai Manggar Kota Balikpapan Kalimantan Timur

AI summary Read the abstract

Researchers characterized microplastic types and abundance in coastal sediments at Manggar Beach, Balikpapan, East Kalimantan, using NaCl density separation and H2O2/FeSO4 digestion followed by microscopy. Fibers were most abundant (63%), followed by fragments (32%) and films (20%), with significant differences in abundance between particle types.

Article

Kandungan Mikroplastik Pada Sedimen Di Wilayah Pesisir Pantai Monpera Kota Balikpapan Kalimantan Timur

AI summary Read the abstract

Researchers measured microplastic abundance and composition in coastal sediments at Monpera Beach in Balikpapan, East Kalimantan, finding film was the dominant type at 62% of total particles (54,140 particles/kg/m²), followed by fiber and fragment, with statistically significant differences in abundance between fragment and film types.

Article Tier 2

Jenis Dan Kelimpahan Mikroplastik Pada Air Di Pantai Manggar Kota Balikpapan, Kalimantan Timur

AI summary Read the abstract

Researchers identified the types and quantified the abundance of microplastics in water at Manggar Beach, Balikpapan, East Kalimantan, comparing microplastic type distribution and examining potential sources of contamination at this coastal site.

Article

Distribusi Mikroplastik Pada Sedimen Di Wilayah Pesisir Pantai Lamaru Kota Balikpapan Kalimantan Timur

AI summary Read the abstract

Researchers assessed microplastic distribution in coastal sediments at Lamaru Beach, Balikpapan, East Kalimantan, finding fragments as the most abundant type (46,340 particles/kg/m²), followed by fibers and films, with statistically significant differences in abundance between fragment and film types, reflecting ongoing plastic fragmentation in this coastal environment.

Article

Identifikasi Kelimpahan Mikroplastik Pada Perairan di Kecamatan Sampang, Madura

AI summary Read the abstract

Researchers assessed microplastic abundance and types in the waters of Sampang District, Madura, Indonesia, finding an average total abundance of 104.54 × 10² particles/liter with fragments being most common, followed by fibers and films, attributed to anthropogenic activities including domestic waste, agriculture, fishing, and port transportation.

Research digests by email

When a large batch of papers lands in the Atlas, we read through it and send a short write-up of what stood out.

Email me about

Share this paper