0
Article Sign in to save

Investigasi Kelimpahan dan Karakteristik Mikroplastik pada Tambak Garam Karawang

AI summary Read the abstract

Researchers investigated microplastic contamination in traditional salt ponds in Karawang, Indonesia, finding 657 particles/liter in pond water and 928 particles/kg in harvested salt, with fragments under 1 mm representing 96.97% of particles, indicating that the open evaporation process exposes salt to microplastic deposition and creates a potential pathway for human dietary exposure.

Air laut merupakan bahan baku utama dalam produksi garam tradisional di indonesia yang umumnya dilakkan melalui metode penguapan dengan bantuan panas matahari. Proses terbuka ini memiliki potensi pencemaran oleh mikropalastik pada air tambak dan garam hasil tambak di Kabupaten Karawang. Pengambilan sampel dilakukan sesuai SNI 8995:2021 dengan metode composite sampling. Preparasi dilakukan menggunakan metode National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA). Investigasi mikroplastik dilakukan dengan menggunakan mikroskop binokuler perbesaran 10x. Hasil penelitian menunjukan bahwa kelimpahan mikroplastik pada air tambak sebesar 657,00 partikel/l san pada garam sebanyak 928,00 partikel/kg. Karakteristik mikroplastik yang paling dominan ditemukan berbentuk fragmen dengan persentase 77,52%, ukuran <1 dengan persentase 96,97% dan berdasarkan warna pada air tambak yang paling banyak ditemukan adalah warna biru dengan persentase 28,61% sedangkan pada sampel garam tambak warna yang paling banyak ditemkan yaitu warna hitam dengan persentase 26,94%. Temuan ini menunjukan bahwa proses produksi garam tradisional berpotensi menjadi jalur masuknya mikroplastik ke rantai pangan manusia. Oleh karena itu, diperlukan upara pengendalian pencemaran mikroplastik dalam proses produksi garam demi menjamin kualitas dan keamanan produk lokal.

More Papers Like This

Article

Analisis Kandungan Mikroplastik Pada Garam Terestrial Dari Bledug Kuwu, Jawa Tengah

AI summary Read the abstract

Researchers detected microplastic contamination in artisanal salt and brine water from the Bledug Kuwu mud volcano in Central Java, Indonesia, finding 400 particles per gram of salt and 210 particles per milliliter of brine, with contamination attributed to plastic production equipment used in salt processing.

Article Tier 2

Keberadaan Mikroplastik dalam Garam: Kajian Literatur pada Beberapa Kasus di Indonesia

AI summary Read the abstract

This review synthesizes Indonesian studies from 2020 to 2024 on microplastic contamination in salt, finding abundances ranging from 46 particles/kg in coarse salt up to 29,000 particles/kg equivalents, with fibers, films, and fragments being the dominant morphologies and polymer types including PVC, PU, and polyester.

Article

Identifikasi Kelimpahan Mikroplastik Pada Perairan di Kecamatan Sampang, Madura

AI summary Read the abstract

Researchers assessed microplastic abundance and types in the waters of Sampang District, Madura, Indonesia, finding an average total abundance of 104.54 × 10² particles/liter with fragments being most common, followed by fibers and films, attributed to anthropogenic activities including domestic waste, agriculture, fishing, and port transportation.

Article Tier 2

Mikroplastik Pada Air Tambak Dan Partikel Garam “Krosok” Di Ud. Abraham Desa Oli’o Kabupaten Kupang

AI summary Read the abstract

Researchers investigated microplastic contamination in pond water and raw 'krosok' salt particles produced at a traditional salt facility in Oli'o Village, Kupang Regency, Indonesia, using conventional evaporation methods. Microplastics were confirmed in all pond water samples and salt particles, with fragments (70 particles/g), fibers (46 particles/g), and films (36 particles/g) identified as the dominant forms.

Article

Kajian Mikroplastik Pada Kerang Hijau (Perna viridis) dari Lokasi Budidaya dan Pasar di Kota Semarang Serta Efektivitas Depurasinya

AI summary Read the abstract

Researchers analyzed microplastic abundance and characteristics in green mussels (Perna viridis) from four sites in Semarang, Indonesia, finding contamination across all locations up to 14,469 particles per kilogram, and demonstrating that a 96-hour seawater depuration process reduced microplastic content by 88.28%.

Research digests by email

When a large batch of papers lands in the Atlas, we read through it and send a short write-up of what stood out.

Email me about

Share this paper