We can't find the internet
Attempting to reconnect
Something went wrong!
Hang in there while we get back on track
Kajian Mikroplastik Pada Kerang Hijau (Perna viridis) dari Lokasi Budidaya dan Pasar di Kota Semarang Serta Efektivitas Depurasinya
Summary
Researchers analyzed microplastic abundance and characteristics in green mussels (Perna viridis) from four sites in Semarang, Indonesia, finding contamination across all locations up to 14,469 particles per kilogram, and demonstrating that a 96-hour seawater depuration process reduced microplastic content by 88.28%.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelimpahan dan karakteristik mikroplastik (MP) yang terakumulasi pada kerang hijau (Perna viridis) dari empat lokasi di Kota Semarang, serta mengevaluasi efektivitas depurasi dalam mengurangi kandungan MP. Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif-analitik dan eksperimental. Sampel kerang dibedakan berdasarkan ukuran (kecil 2–5 cm dan besar >5 cm), masing-masing sebanyak 15 ekor dari setiap lokasi. Mikroplastik dianalisis menggunakan mikroskop stereo melalui teknik pencacahan visual, berdasarkan bentuk, warna, dan ukuran partikel. Depurasi dilakukan terhadap 15 ekor kerang dari lokasi budidaya Tambak Lorok selama 96 jam menggunakan sistem sirkulasi air laut yang telah didesinfeksi, dengan pengamatan setiap 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan MP tertinggi pada kerang kecil ditemukan di BTL ST.3 (13.892,97 ± 6700,45 partikel/kg) dan pada kerang besar di PTL (14.469,49 ± 746,38 partikel/kg). Bentuk MP yang teridentifikasi meliputi fiber, film, fragmen, dan pelet, dengan warna dominan merah, cokelat, biru, dan hitam. Proses depurasi menunjukkan penurunan jumlah partikel MP dari 44 menjadi 6,8 partikel/kerang, dengan efektivitas sebesar 88,28% pada jam ke-96. Hasil ini menunjukkan bahwa kerang hijau di seluruh lokasi telah terkontaminasi MP, namun kandungannya dapat dikurangi secara signifikan melalui proses depurasi