We can't find the internet
Attempting to reconnect
Something went wrong!
Hang in there while we get back on track
Perwujudan Keenam Profil Pelajar Pancasila Dalam Kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Pembuatan Tempat Pensil Sederhana Dari Botol Plastik Bekas
Summary
This Indonesian educational study found that a project-based learning activity — having second-grade students repurpose plastic bottles into pencil holders — successfully demonstrated all six Pancasila student character profiles, suggesting hands-on sustainability projects can effectively support character education goals.
Abstrak Pendidikan karakter dipercaya mampu menjadi penyelesaian berbagai masalah yang ada di masyarakat. Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan rumusan pendidikan karakter terkini di Indonesia di mana peserta didik diharapkan mampu mengembangkan enam profil pelajar Pancasila: (1) Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, (2) Berkebhinekaan global, (3) Bergotong royong, (4) Mandiri, (5) Bernalar kritis, dan (6) Kreatif. Metode pelaksanaan P5 adalah pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) di mana siswa diharapkan bisa mendapatkan pengalaman belajar informal melalui struktur belajar yang fleksibel (dibanding pembelajaran formal di dalam kelas), pembelajaran yang interaktif, dan berinteraksi secara langsung dengan lingkungan di sekitarnya untuk memperoleh berbagai kompetensi yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kegiatan P5 yang diadakan mampu menampakkan atau menanamkan keenam profil pelajar Pancasila itu. Metode penelitian dan pengumpulan data yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Peserta penelitian ini adalah kedua puluh dua siswa kelas dua SD Srepeng, Semanu, Gunung Kidul yang mengikuti program P5 pengurangan sampah plastik dengan cara mengolah sampah botol plastik menjadi tempat pensil sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama aktivitas para peserta menunjukkan keenam profil pelajar Pancasila yang diharapkan. Kata Kunci: Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, botol plastik, enam profil pelajar Pancasila
Sign in to start a discussion.
More Papers Like This
Pelatihan Daur Ulang Sampah Botol Plastik Sebagai Media Pembelajaran Pengelolaan Sampah Dan Kreativitas
Researchers conducted plastic bottle recycling training for elementary school students in Indonesia to increase knowledge of plastic waste management and develop creativity during the COVID-19 pandemic. The program successfully improved participants' understanding of recycling practices and was supported by parental involvement and strong participant motivation.
Model Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Proyek Kesadaran Lingkungan Di Sekolah
Researchers developed a project-based Islamic Religious Education learning model aimed at building environmental awareness among students, addressing the observed lack of environmental consciousness in school settings. The model integrates practical activities such as waste sorting and resource utilization into Islamic education curricula as a strategy to reduce littering and plastic waste behavior among students.
Pembentukan Karakter Peduli Lingkungan melalui Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar
This qualitative case study investigates how environmental care character is formed through Islamic Religious Education at SD Muhammadiyah 4 Batu primary school in Indonesia, using interviews, observation, and triangulation to document how PAI subject integration shapes student environmental awareness and responsible attitudes toward natural resources.
EDUKASI DAN KOLABORASI PENANGANAN LIMBAH PLASTIK MELALUI TeeFILIC DI SMP TELKOM BANDUNG
Researchers implemented the TeeFILIC community education program at SMP Telkom Bandung, integrating plastic waste literacy workshops, source-separation demonstrations, and participatory cleanup activities to build environmental awareness and plastic waste management skills among middle school students.
Beat Plastic Pollution: Instilyoung Minds with Sustainable Practices at the School Level
This study aimed to raise awareness about plastic pollution by mobilizing school children as community advocates for sustainable practices over a six-month campaign. The initiative also explored converting collected plastic waste into biodiesel as a practical solution.