0
Article Sign in to save

Karakteristik Dan Kelimpahan Mikroplastik Pada Sedimen Ekosistem Terumbu Karang Di Perairan Padangbai Karangasem Bali

AI summary Read the abstract

Researchers characterized microplastics in coral reef sediments at Padangbai, Bali, finding 173 total particles dominated by fibers (95%) in sizes of 1–3 mm, with purple as the most common color (40%) and an average abundance of 43.3 particles per kg of sediment.

Salah satu sampah yang banyak kita temukan di laut adalah sampah plastik. Sampah plastik merupakan material yang sulit terurai, namun dengan menggunakan proses oksidasi oleh sinar Ultra Violet (UV) atau proses-proses mekanik dapat menyebabkan partikel plastik pecah hingga ukuran mikro. Mikroplastik didefinisikan sebagai pecahan plastik yang ukurannya lebih kecil dari 5 milimeter. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tau karakteristik dan kelimpahan mikroplastik pada sedimen ekosistem terumbu karang di perairan Padangbai Bali pada bulan Oktober 2023. Penentuan lokasi (stasiun) penelitian menggunakan metode purposive sampling. Terdapat dua lokasi stasiun, Setiap stasiun diambil 10 sampel menggunakan metode purposive sampling. Dilakukan persiapan analisis mikroplastik di laboratorium dengan beberapa tahap, yaitu pengeringan, penghomogenan, penimbangan, pemisahan densitas dan WPO serta penyaringan. Identifikasi jenis mikroplastik dilakukan di Laboratorium. Sampel mikroplastik diidentifikasi karakteristiknya berdasarkan jenis, jumlah, ukuran, dan warna mikroplastik. kemudian dihitung kelimpahannya. Total keseluruhan mikroplastik yang ditemukan sebanyak 173 partikel dengan jenis mikroplastik meliputi fiber 95%, fragmen 4% dan film 1% dimana fiber mendominasi. Rentang ukuran mikroplastik yang ditemukan 0.1 - 4.7 mm. Ukuran Mikroplastik yang ditemukan dikategorikan dengan kisaran <0,5, 0,5-1, 1-3, 3-5 mm didominasi oleh mikroplastik berukuran 1-3 mm dengan nilai persentase total kedua stasiun 53%. Warna mikroplastik yang ditemukan yaitu Blue, Brown, Purple, Green, Red, Orange. Purple merupakan jenis warna terbanyak yang ditemukan dengan nilai persentase 40 %. Rata-rata kelimpahan mikroplastik yang di dapat mencapai 43,3±5,2 partikel/kg

More Papers Like This

Article

Identifikasi Jenis dan Kelimpahan Mikroplastik pada Sedimen di Danau Buatan Bandar Kayangan Lembah Sari Kecamatan Rumbai Pesisir Kota Pekanbaru

AI summary Read the abstract

Researchers identified and quantified microplastics in sediments from an artificial lake in Pekanbaru, Indonesia, finding three morphotypes — fragments (37%), fibers (33%), and films (30%) — with abundances ranging from 358 to 440 particles per kg across sampling stations.

Article

Identifikasi Mikroplastik Berdasarkan Aktivitas Disekitar Kawasan Pantai Pariaman

AI summary Read the abstract

Researchers measured microplastic abundance and physical characteristics in seawater at four stations along Pariaman Beach, Indonesia, finding average concentrations of 27.5–85 particles/L, with fibers as the dominant morphotype (52%), black as the most common color, and particles sized 0.5–1 mm most prevalent.

Article

Kandungan Mikroplastik Pada Sedimen Di Wilayah Pesisir Pantai Monpera Kota Balikpapan Kalimantan Timur

AI summary Read the abstract

Researchers measured microplastic abundance and composition in coastal sediments at Monpera Beach in Balikpapan, East Kalimantan, finding film was the dominant type at 62% of total particles (54,140 particles/kg/m²), followed by fiber and fragment, with statistically significant differences in abundance between fragment and film types.

Article Tier 2

Konsentrasi Makroplastik Pada Ekosistem Terumbu Karang Di Perairan Pesisir Pemuteran Dan Padang Bai

AI summary Read the abstract

Researchers found that macroplastic concentrations in Bali's coral reef waters were inversely proportional to live coral cover, with higher plastic loads in Padang Bai (0.09–0.12 pieces/m²) correlating with reduced coral health compared to the less-polluted Pemuteran site.

Article

Identifikasi Jenis Dan Kelimpahan Mikroplastik Pada Sedimen Di Muara Sembilang Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur

AI summary Read the abstract

Researchers identified and quantified microplastics in sediments from Muara Sembilang estuary in East Kalimantan, Indonesia, finding a total abundance of 1,613 particles/kg with fragments dominating at 41%, followed by films and fibers, with no statistically significant difference in abundance among morphotype categories.

Research digests by email

When a large batch of papers lands in the Atlas, we read through it and send a short write-up of what stood out.

Email me about

Share this paper