We can't find the internet
Attempting to reconnect
Something went wrong!
Hang in there while we get back on track
IDENTIFIKASI MIKROPLASTIK PADA INSANG KEPITING BAKAU (Scylla spp.) DARI PASAR TRADISIONAL DI KOTA MSEMARANG
AI summary Read the abstract
Microplastics were identified in the gill tissues of mangrove crabs (Scylla spp.) collected from a traditional market in Indonesia, raising concerns about human exposure through seafood consumption in a country with high marine plastic pollution. The study contributes to growing evidence of microplastic contamination in commercially harvested crustaceans.
Kepiting bakau merupakan salah satu seafood yang banyak diminati masyarakat. Tempat hidup kepiting bakau ada di pantai mangrove dimana Indonesia memiliki pantai mangrove yang sangat luas. Namun saat ini Indonesia merupakan negara dengan sampah plastik di laut terbanyak kedua di dunia. Sampah plastik dapat terdegradasi menjadi ukuran yang lebih kecil (mikroplastik) dan masuk ke dalam tubuh kepiting. Mikroplastik merupakan cemaran yang tidak boleh ada di makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengkarakterisasi mikroplastik pada insang kepiting bakau yang dijual di pasar-pasar tradisional di kota Semarang. Pasar tradisional yang dipilih yaitu pasar Tanah Mas, Kobong, Gang Baru, Bangetayu, Peterongan, dan Karang Ayu. Kepiting dibeli dari setiap pedagang yang ada di masing-masing pasar dan dipilih secara acak sebanyak 15 ekor dari setiap pasar. Selanjutnya organ insang dipisahkan dan didestruksi dengan larutan hidrogen peroksida 30% dengan perbandingan 1:10 (w/v). Kemudian sampel didiamkan pada suhu 65 o C selama 24 jam dan dilanjutkan pada suhu ruang selama 24 jam. Sampel insang selanjutnya disaring menggunakan kertas saring Whatman 540 dengan ukuran pori 8 µm. Kertas saring tersebut direndam dengan 250 ml larutan NaCl jenuh selama 24 jam. Kemudian dilakukan penyaringan kembali dengan kertas saring Whatman 540 lalu sampel disimpan pada cawan petri dan diamati menggunakan mikroskop Olympus BX-41 dengan perbesaran 40x dan 100x. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua sampel insang kepiting bakau mengandung partikel yang diduga plastik (Particle Suspected as Microplastics - PSM). Bentuk PSM yang ditemukan adalah fragment, fiber, pellet, dan film. Warna PSM yang ditemukan adalah hitam, coklat, merah, putih, kuning, hijau, biru, abu-abu, dan ungu. Hasil rerata PSM berkisar antara 14,50–65,70 partikel/organisme dan 1,57–9,79 partikel/gram berat basah sampel. Bentuk PSM yang paling banyak ditemukan adalah fragment dengan jumlah antara 6,55–59,11 partikel/organisme. Lalu kelompok ukuran PSM yang paling banyak ditemukan adalah ukuran 20-50 µm.
More Papers Like This
IDENTIFIKASI MIKROPLASTIK PADA SALURAN PENCERNAAN KEPITING BAKAU (Scylla spp.) DARI PASAR TRADISIONAL KOTA SEMARANG MICROPLASTICS IDENTIFICATION OF MUD CRAB’S GASTROINTESTINAL TRACTS (Scylla spp.) FROM TRADITIONAL MARKET IN SEMARANG
AI summary Read the abstract
Microplastics were identified in the gastrointestinal tracts of mud crabs (Scylla spp.) sold in traditional markets in Semarang, Indonesia, raising food safety concerns. The study documents plastic contamination in a commercially important seafood species from mangrove ecosystems along the northern Java coast.
IDENTIFIKASI KANDUNGAN MIKROPLASTIK PADA KERANG HIJAU (Perna viridis) DAN KERANG TAHU (Meretrix meretrix) DI TELUK JAKARTA
AI summary Read the abstract
This Indonesian study identified and quantified microplastics in two commercially important shellfish species — green mussels and blood cockles — characterizing the shapes and types of plastic particles found, which raises concerns about seafood safety and human dietary exposure.
Case Study of Microplastics on Blood Cockle from Three Traditional Markets in Semarang
AI summary Read the abstract
This study detected microplastics in blood cockles purchased from traditional markets in Southeast Asia, finding contamination in commercially sold seafood. The results highlight microplastics as a food safety concern for consumers of bivalves in the region.
Kandungan Mikroplastik pada Rajungan (Portunus pelagicus), Air Laut, dan Sedimen Di Perairan Desa Gugunung Wetan Kabupaten Rembang, Jawa Tengah
AI summary Read the abstract
This Indonesian study measured microplastic concentrations in blue swimming crabs, seawater, and sediment from coastal waters in Central Java. The detection of microplastics in both the environment and in a commercially important crab species raises food safety concerns for communities that consume these crabs regularly.
Research digests by email
When a large batch of papers lands in the Atlas, we read through it and send a short write-up of what stood out.