0
Article ? AI-assigned paper type based on the abstract. Classification may not be perfect — flag errors using the feedback button. Tier 2 ? Original research — experimental, observational, or case-control study. Direct primary evidence. Sign in to save

Efektivitas Pengendalian Sampah Plastik Untuk Mendukung Kelestarian Lingkungan Hidup Di Kota Semarang

Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia 2021 35 citations ? Citation count from OpenAlex, updated daily. May differ slightly from the publisher's own count. Score: 40 ? 0–100 AI score estimating relevance to the microplastics field. Papers below 30 are filtered from public browse.
Chanidia Ari Rahmayani, Aminah Aminah

Summary

Researchers examined the effectiveness of plastic waste control measures in Semarang City, Indonesia, evaluating municipal regulations and management strategies aimed at reducing plastic waste and supporting environmental sustainability in the urban context.

Sampah plastik adalah sampah non organik yang sulit terurai, beracun dan mencemari lingkungan. Jumlah sampah plastik setiap tahun cenderung semakin meningkat, dan mengancam kelestarian lingkungan hidup. Diperlukan upaya pengelolaan sampah plastik yang berwawasan lingkungan. Peraturan Walikota Semarang Nomor 27 Tahun 2019 tentang Pengendalian Penggunaan Plastik, diharapkan dapat mendukung kelestarian lingkungan hidup di Kota Semarang. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis bagaimana efektivitas pengendalian sampah plastik untuk mendukung kelestarian lingkungan hidup di Kota Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif yaitu dengan menganalisis permasalahan berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku dan juga literatur yang membahas permasalahan. Hasil dari penelitian dapat dinyatakan bahwa regulasi pengendalian sampah plastik yang dituangkan dalam Peraturan Walikota Semarang Nomor 27 Tahun 2019 Tentang Pengendalian Penggunaan Plastik telah dipatuhi dan dilaksanakan dengan baik oleh pelaku usaha toko modern dan swalayan, namun demikian regulasi ini belum dipatuhi dan dilaksanakan dengan baik oleh pelaku usaha restoran/rumah makan/cafe/penjual makanan. Perlunya sosialisasi dan penegakkan hukum terhadap Peraturan Walikota Semarang Nomor 27 tahun 2019 tentang Pengendalian Penggunaan Plastik terutama bagi para pelaku usaha restoran/rumah makan/cafe/penjual makanan.

Sign in to start a discussion.

More Papers Like This

Article Tier 2

Analisis Kandungan Mikroplastik pada Sedimen di Perairan Semarang, Jawa Tengah

Researchers analyzed microplastic contamination in sediments from Semarang waters in Central Java, Indonesia, documenting the types, abundance, and distribution of microplastics across multiple sampling campaigns linked to the city's high population density and waste generation.

Article Tier 2

Studi Timbulan Sampah dan Persepsi Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah di Desa Wringinanom, Kecamatan Wringinanom, Gresik

This Indonesian study measured waste generation rates and surveyed community attitudes toward waste management in a rural village. The findings identify challenges in local waste handling practices, including plastic waste, that contribute to environmental contamination if not addressed through improved infrastructure.

Article Tier 2

Efektivitas Hukum Lingkungan Dalam Mengurangi Sampah Plastik Di Lautan Indonesia Pada Era Globalisasi

Researchers examined the effectiveness of environmental law in reducing plastic waste in Indonesian seas during the era of globalization, assessing whether legal frameworks and the spread of awareness through social media can meaningfully curb plastic pollution in marine ecosystems.

Systematic Review Tier 1

Maarine and macroplastic litter monitoring and strategic recommendation for reducing pollution: case study from Semarang City

This systematic review documents marine and macroplastic litter in Semarang City, Indonesia, one of the world's largest contributors to ocean plastic waste. The research helps us understand how large plastic debris breaks down into the microplastics that eventually contaminate seafood and drinking water, making it relevant to understanding the sources of human microplastic exposure.

Article Tier 2

Identification of plastic waste generation and composition to reduce environmental disaster risk (case study: Public facility sources in Padang City)

A study in Padang City, Indonesia characterized plastic waste generation and composition at public facilities including parks, beaches, and roads as a first step toward reducing environmental disaster risk, finding that plastic waste from these sources poses significant risks of microplastic contamination in adjacent aquatic ecosystems.

Share this paper