0
Article ? AI-assigned paper type based on the abstract. Classification may not be perfect — flag errors using the feedback button. Tier 2 ? Original research — experimental, observational, or case-control study. Direct primary evidence. Detection Methods Policy & Risk Sign in to save

Pengenalan Pengolahan Sampah Popok menjadi Media Tanaman Hias dalam Pemberdayaan Masyarakat untuk Pengelolaan Limbah Rumah Tangga

Jurnal Pengabdian Riset Kreativitas Inovasi dan Teknologi Tepat Guna 2023 3 citations ? Citation count from OpenAlex, updated daily. May differ slightly from the publisher's own count. Score: 35 ? 0–100 AI score estimating relevance to the microplastics field. Papers below 30 are filtered from public browse.
NOVI ASTUTI INDRA PARANITA

Summary

Researchers introduced a community empowerment program in Tanjungrejo Village, Indonesia, teaching residents — particularly young mothers — how to process disposable diaper waste into growing media for ornamental plants as a household waste management solution. The initiative addressed the environmental contamination of waterways caused by improper diaper disposal and aimed to reduce plastic and superabsorbent polymer pollution in the local river.

Sampah popok bayi menyebabkan pencemaran air dan tanah apabila dibuang ke sungai, saluran air, jalanan, ditimbun di tanah, dan tempat lainnya. Kondisi ini dipicu oleh kurangnya kesadaran akan pengelolaan limbah popok bayi oleh masyarakat, terutama ibu-ibu muda yang memiliki batita. Diperlukan solusi yang tepat untuk menanggulangi permasalahan tersebut dan menekan dampak negatif pada lingkungan. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan pendekatan pengelolaan sampah dan mengetahui dampak pengenalan pendekatan tersebut dalam mengatasi permasalahan sampah di sungai Desa Tanjungrejo, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Metode yang digunakan berupa metode kualitatif dengan pendekatan observasi dan wawancara. Sampel penelitian dipilih menggunakan metode purposive sampling. Berdasarkan observasi, diperoleh data bahwa setiap hari dua atau tiga popok yang digunakan batita berakhir di tempat pembuangan sampah. Banyak ibu yang masih belum mengetahui bagaimana cara mengurangi sampah popok yang terus bertambah jumlahnya. Media poster, PowerPoint, dan demonstrasi proses pembuatan pot dan media tanaman hias dilakukan dalam pelaksanaan program sosialisasi pada tanggal 18 Juli 2023 bertempat di Kantor Kepala Desa Tanjungrejo. Melalui sosialisasi tersebut, seluruh ibu yang diwawancarai menyatakan berminat untuk mencoba dan mempraktikkan pengolahan sampah popok sekali pakai menjadi pot dan media tanaman hias. Untuk itu, kegiatan sosialisasi ini dapat menjadi terobosan inovasi berupa pemanfaatan sampah popok menjadi pot dan media tanaman hias.

Sign in to start a discussion.

More Papers Like This

Article Tier 2

Pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah plastik bernilai jual

This paper (in Indonesian) describes a community empowerment program in a village in East Java helping residents manage and find economic value in plastic waste. The program is a grassroots approach to reducing plastic pollution by turning waste into a resource.

Article Tier 2

Peran Masyarakat Akar Rumput dalam Menangani Permasalahan Sampah Galon Sekali Pakai

This Indonesian-language study examines the role of grassroots community organizations in managing the growing plastic waste problem posed by single-use disposable water gallons, analyzing community networks and the challenges they face in influencing producer behavior and policy.

Article Tier 2

Improving residential plastic waste management strategies for increasing value added to environmental sustainability

Researchers surveyed community awareness and behavior regarding plastic waste management in an Indonesian village, identifying gaps between knowledge and practice. Improving community engagement with proper plastic waste disposal is essential for reducing the plastic entering waterways and eventually becoming microplastics.

Article Tier 2

Pemberdayaan Ekonomi Perempuan melalui Edukasi dan Produksi Pembalut Kain yang Aman dan Ramah Lingkungan

This paper is not about microplastics; it describes a community service program in Indonesia that educates women about reproductive health and trains them to produce reusable cloth sanitary pads as a livelihood activity.

Article Tier 2

Edukasi Lingkungan untuk Penanggulangan Sampah Anorganik dan Mikroplastik di Dusun Krajan Kabupaten Banyuwangi

Researchers delivered environmental education interventions to residents of Dusun Krajan, Banyuwangi Regency, Indonesia, to address low awareness and poor management of inorganic waste and microplastics at the household level. The programme aimed to increase community knowledge of the environmental impacts of plastic pollution and promote behavioural change in waste handling practices.

Share this paper