0
Article ? AI-assigned paper type based on the abstract. Classification may not be perfect — flag errors using the feedback button. Tier 2 ? Original research — experimental, observational, or case-control study. Direct primary evidence. Marine & Wildlife Policy & Risk Sign in to save

Penyediaan Tempat Sampah Berdasarkan Kategori sebagai Upaya Mengurangi Sampah di Pantai Wisata Tanah Merah Samboja

Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat 2023 Score: 30 ? 0–100 AI score estimating relevance to the microplastics field. Papers below 30 are filtered from public browse.
Irwan Ramadhan Ritonga, Iwan Suyatna, Ristiana Eryati, Adnan Adnan, Mohammad Sumiran Paputungan, Widya Ratna Kusumaningrum, Nurfadilah Nurfadilah, Irma Suryana, Rani Novia, Ahmad Ahmad, Firman Firman, Tri Arwadi, Dewi Embong Bulan

Summary

This community service project provided categorized waste bins and conducted waste sorting education for vendors and visitors at Tanah Merah Beach, Indonesia, where inadequate waste infrastructure was causing plastic litter problems. The initiative demonstrates how targeted community intervention can improve waste management at coastal tourism sites.

Study Type Environmental

Sampah merupakan salah satu permasalahan umum yang dihadapi oleh masyarakat di wilayah pesisir. Salah satu wilayah yang memiliki permasalahan sampah adalah pantai wisata Tanah Merah, Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara. Kurangnya tempat sampah dan pemahaman para pengunjung dan pedagang mengakibatkan banyak sampah berserakan di sekitar pantai. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pengadaan tempat sampah berbasarkan kategori dan sosialisasi pilah sampah terhadap para pedagang dan pengunjung di Pantai Wisata Tanah Merah Samboja, Kalimantan Timur. Kegiatan ini dilakukan melalui tahap persiapan, survei awal, sosialisasi dan pengadaan tempat sampah. Secara umum, kegiatan sosialisasi penanganan sampah di pantai Tanah Merah, Samboja berjalan dengan baik dan lancar. Tempat sampah dibuat berdasarkan kategori yang terdiri dari kategori sampah organik berwarna hijau, kategori sampah anorganik berwarna kuning dan kategori sampah B3 (limbah bahan berbahaya dan beracun) berwarna merah. Total 18 tempat sampah tersebut diletakkan di beberapa titik seperti depan warung, toilet, gazebo, dan pantai. Kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan adanya peningkatan pemahaman para pedagang dan pengunjung dalam memanfaatkan tempat sampah berdasarkan kategori. Sampah yang sudah dipilah berdasarka kategori tersebut memudahkan petugas kebersihan untuk membawah dan melanjutkan proses pengolahan sampah di pembuangan akhir. Dengan kegiatan ini, diharapkan para pedangan dan pengunjung terbiasa untuk melakukan pilah sampah untuk meningkatkan kebersihan pantai yang bersih dan nyaman bagi para pengunjung di pantai wisata Tanah Merah. Waste is one of the common problems faced by communities in coastal areas. The Tanah Merah tourist beach in Samboja, Kutai Kartanegara Regency, has a garbage problem. The lack of trash cans and tourists' and traders' awareness has resulted in a lot of trash strewn across the beach. The goal of this community service project is to supply trash cans that correspond to category and to socialize waste sorting with traders and visitors at Tanah Merah Samboja Tourist Beach in East Kalimantan. This activity is carried out in stages, including planning, first survey, socializing, and waste bin providing. In summary, the waste-handling socialization activities at Tanah Merah Beach in Samboja went successfully and smoothly. Trash cans are divided into three categories: green organic garbage, yellow inorganic waste, and red B3 rubbish. A total of 18 trash cans were placed at various locations, including in front of the shop, toilet, gazebo, and beach. Community service activities demonstrate an increase in traders' and tourists' comprehension of how to use garbage cans based on categories. Waste that has been categorized makes it easier for cleaning officers to manage and continue the waste processing process at final disposal. With this activity, it is intended that traders and visitors would become accustomed to sorting trash in order to improve the cleanliness of Tanah Merah's beaches, which are clean and comfortable for guests.

Sign in to start a discussion.

More Papers Like This

Article Tier 2

Pengelolaan Pariwisata Berkelanjutan Melalui Kampanye Pengurangan Sampah Plastik di Objek Wisata Pulau Bokori Sulawesi Tenggara

A community service program at Bokori Island, Indonesia implemented a plastic waste reduction campaign to promote sustainable tourism, finding that environmental education and waste management interventions helped reduce visitor-generated plastic litter at this coastal destination.

Article Tier 2

Meningkatkan Kesadaran Bahaya Sampah Laut Melalui Pendampingan pada Masyarakat Lokasi Wisata Pantai Kuranji

Indonesian researchers conducted community education sessions about marine debris hazards with middle school students near Kuranji Beach. Post-session surveys showed improved student awareness about plastic pollution and beach cleanliness, demonstrating the value of targeted outreach in coastal conservation efforts.

Article Tier 2

Pelatihan Pengumpulan Sampah Laut Kepada Pengunjung Pantai Pangandaran

This Indonesian study trained beach visitors at Pangandaran to collect and sort marine debris as part of continuous coastal waste monitoring. Citizen participation in marine litter monitoring is an important tool for tracking and reducing microplastic pollution in popular coastal areas.

Article Tier 2

Delving into the Reality of Waste at Coro Beach a Comprehensive Analysis and Innovative Solution Recommendations for Community-Based Sustainable Tourism

This study analyzes waste management challenges at Coro Beach in Indonesia, examining how inadequate infrastructure and single-use plastic consumption generate marine waste and proposing community-based sustainable tourism strategies to reduce microplastic pollution.

Article Tier 2

Upaya Peningkatan Kualitas Ekosistem Pesisir dan Laut melalui Kegiatan Coastal Cleanup di Desa Way Lubuk

This Indonesian study documented a coastal cleanup initiative in Way Lubuk village and assessed the composition of marine debris collected. Plastic waste dominated the collected debris, threatening local marine and coastal ecosystems. The project combined community engagement with scientific monitoring to address marine litter at the local level.

Share this paper