We can't find the internet
Attempting to reconnect
Something went wrong!
Hang in there while we get back on track
Level of Community Participation in 3R Based Household Waste Management in North Banjarmasin District
Summary
Researchers assessed community participation levels in 3R-based household waste management across 378 households in North Banjarmasin District, Banjarmasin, Indonesia, using descriptive quantitative methods. Results showed participation was categorized as very low, attributed largely to communities being excluded from program planning and evaluation and to uneven geographic implementation of waste management programs.
Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah sangat penting dilakukan karena dapat mengurangi volume timbulan sampah setiap tahunnya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga berbasis 3R di Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis data deskriptif persentase dan kategorisasi. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah 378 kepala keluarga yang berdomisili di Kelurahan Alalak Utara, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga berbasis 3R di Kecamatan Banjarmasin Utara Kota Banjarmasin dikategorikan sangat rendah. Sangat rendahnya tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga berbasis 3R disebabkan karena kurang dilibatkannya masyarakat umum dalam merencanakan program dan evaluasi program yang berkaitan dengan pengelolaan sampah. Selain itu, program pengelolaan sampah yang telah ditentukan tidak semua wilayah dapat merasakannya sehingga menyebabkan masih ada beberapa masyarakat yang tidak tau adanya program pengelolaan sampah yang sedang dilaksanakan. Diharapkan dari hasil penelitian ini masyarakat dan pemerintah setempat dapat berkolaborasi dan berpartisipasi aktif dalam mengelola sampah yang berwawasan lingkungan dan dapat memanfaatkan sampah dengan baik.
Sign in to start a discussion.
More Papers Like This
The Effects of Community Characteristics on Solid-Waste Generation and Management in the Village (A Case Study: Kurandak, North Sumatra)
A study in a North Sumatra village used questionnaires and interviews to assess how demographic and socioeconomic factors influence both household waste generation and participation in waste management. Education, income, and knowledge about waste management were significant predictors of both waste volume and responsible disposal behavior. Community-level programs that address these factors could improve plastic waste management in rural settings.
Perceptions of Community-Based Waste Bank Operators and Customers on Its Establishment and Operationalization: Cases in Pangandaran, Indonesia
This mixed-methods study examined perceptions of community-based waste bank operators and customers in Pangandaran, Indonesia, identifying barriers to effective waste management in coastal rural areas and proposing improved practices.
Coastal Community Perspective, Waste Density, and Spatial Area toward Sustainable Waste Management (Case Study: Ambon Bay, Indonesia)
Researchers assessed community perspectives and waste density in coastal areas of Ambon Bay, Indonesia, finding that improving community understanding of waste management is essential for supporting sustainable coastal waste management programs.
Coastal Community Perceptions of Waste Management as an Effort to Maintain Marine Sustainability in Tapanuli Tengah Regency, North Sumatera
Researchers assessed coastal community perceptions of waste management and marine sustainability in Central Tapanuli Regency, North Sumatra, using a mixed-methods survey of 100 respondents across three villages. Results showed an average agreement rate of 91.16% on the importance of waste management for marine sustainability, though practical waste utilisation capacity for income generation remained limited.
Implementation Of Regulation Number 02 Of 2011 Concerning Waste Management In Bengkulu City
Researchers examined the implementation of Bengkulu City Regional Regulation Number 02 of 2011 on waste management using a qualitative approach, evaluating policy socialization, institutional capacity, and community compliance. They found that uneven socialization of waste management regulations and insufficient prioritization of the waste sector in urban development planning undermined effective implementation.