We can't find the internet
Attempting to reconnect
Something went wrong!
Hang in there while we get back on track
Pemberdayaan Masyarakat dalam Memproduksi Paving Block dari Sampah Plastik di Desa Puspasari, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor
Summary
Despite its title referencing plastic waste, this paper is written in Indonesian and describes a community empowerment program in a village in Bogor Regency, Indonesia, where residents were trained to convert plastic waste into paving blocks. It is a local environmental education and community development study rather than a microplastics research paper, and its findings are not directly relevant to microplastic pollution or human health.
Desa Puspasari, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, menangani permasalahan serius terkait pengelolaan sampah plastik akibat kurangnya kesadaran masyarakat dan keterbatasan fasilitas pembuangan akhir. Sampah plastik yang dibuang sembarangan mengancam kebersihan dan kesehatan lingkungan. Untuk mengatasi hal ini, dilakukan program pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pengolahan sampah plastik dijadikan produk paving block yang bernilai ekonomi dan berkelanjutan. Metode yang digunakan yaitu teman dimana masyarakat berpartisipasi aktif dalam pelatihan, sosialisasi sampai akhirnya evaluasi dan pendampingan di RW 01 dan RW 06, dengan melibatkan berbagai pihak seperti pemerintah desa, karang taruna, komunitas lingkungan, serta sekolah. Kegiatan utama berupa pelatihan teknis pembuatan produk paving block, sosialisasi manfaat daur ulang sampah plastik menjadi produk paving block bernilai jual, serta digitalisasi informasi dan tempat transaksi melalui website desa. Hasil program menunjukkan peningkatan keterampilan masyarakat sebesar 95% dalam mengolah sampah plastik menjadi produk paving block, serta terbukanya peluang usaha baru di bidang ekonomi kreatif. Antusiasme tinggi dibawakan oleh peserta dari berbagai kalangan, terutama pelajar dan ibu rumah tangga. Program ini berhasil meningkatkan kesadaran, pengetahuan dan keterampilan, melalui kolaborasi masyarakat dalam pengelolaan sampah plastik, serta memfasilitasi keberhasilan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di bidang lingkungan dan ekonomi lokal.
Sign in to start a discussion.
More Papers Like This
Pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah plastik bernilai jual
This paper (in Indonesian) describes a community empowerment program in a village in East Java helping residents manage and find economic value in plastic waste. The program is a grassroots approach to reducing plastic pollution by turning waste into a resource.
Penyuluhan dan Pelatihan Pembuatan Ecobrick di Desa Pulosaren Sebagai Upaya Pemanfaatan Sampah Plastik
Researchers conducted community outreach and training in Pulosaren Village, Indonesia, teaching residents to make ecobricks — plastic bottles tightly packed with non-recyclable plastic waste — as a practical local strategy to reduce plastic accumulation in the environment.
Pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pembuatan ecobrick sebagai upaya mengurangi sampah plastik di Kecamatan Bunga Raya
This Indonesian community engagement study trained local residents to make ecobricks — plastic waste-filled bottles used as building materials — as a hands-on approach to reducing plastic pollution. Community-based plastic waste reduction initiatives like ecobricks can reduce the amount of plastic that degrades into microplastics in local environments.
Improving residential plastic waste management strategies for increasing value added to environmental sustainability
Researchers surveyed community awareness and behavior regarding plastic waste management in an Indonesian village, identifying gaps between knowledge and practice. Improving community engagement with proper plastic waste disposal is essential for reducing the plastic entering waterways and eventually becoming microplastics.
Do community entrepreneurial development shape the sustainability of tourist villages?
This paper is not relevant to microplastics — it examines how community entrepreneurial development influences the sustainability of tourism villages in Banten Province, Indonesia.