We can't find the internet
Attempting to reconnect
Something went wrong!
Hang in there while we get back on track
Karakteristik Mikroplastik pada Sedimen di Perairan Pesisir Kota Bandar Lampung
Summary
Researchers characterized microplastic abundance and morphology in coastal sediments of Bandar Lampung City, Indonesia, finding an average of 1,180 particles/kg across three stations, with pellets, fragments, foam, films, and fibers present, and FT-IR analysis confirming diverse polymer types in particles predominantly smaller than 1 mm.
Sampah plastik yang dihasilkan di Kota Bandar Lampung meningkat setiap tahunnya. Sampah tersebut bersumber dari aktivitas rumah tangga, industri, perikanan, dan lainnya. Plastik dapat mengalami proses degradasi hingga menghasilkan partikel mikroplastik. Keberadaan mikroplastik di perairan dapat mengendap ke dalam sedimen dan dapat berdampak buruk bagi biota laut. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik dan kelimpahan mikroplastik pada sedimen di Perairan Pesisir Kota Bandar Lampung. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juli 2024 pada 3 stasiun berbeda di perairan Pesisir Kota Bandar Lampung. Mikroplastik pada sampel sedimen terdiri atas bentuk pelet, fragmen, foam, film, dan fiber yang didominasi mikroplastik berukuran < 1 mm. Mikroplastik yang ditemukan berwarna abu-abu, hijau toska, putih, ungu, merah, biru, hitam, kuning, coklat, hijau, transparan, dan merah muda. Hasil uji FT-IR menunjukkan adanya jenis plastik yaitu abu-abu, hijau toska, putih, ungu, merah, biru, hitam, kuning, coklat, hijau, transparan, dan merah muda. Kelimpahan rata-rata mikroplastik yang ditemukan yaitu 1.180 partikel/kg. Upaya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah plastik di perlukan untuk meminimalisir pencemaran sampah plastik di wilayah pesisir Kota Bandar Lampung.