We can't find the internet
Attempting to reconnect
Something went wrong!
Hang in there while we get back on track
Analisis Status Mutu Air Sungai Kasin Kecamatan Sukun Kota Malang Menggunakan Metode Indeks Pencemaran (IP)
Summary
Researchers analyzed the water quality of the Kasin River in Malang City, East Java, Indonesia, at six sampling points spaced 500 meters apart along the river's middle section using the Pollution Index (IP) method. Physical and chemical parameters including pH, total dissolved solids, temperature, and dissolved oxygen were measured to assess the impact of surrounding residential and agricultural land use on river water quality.
Sungai Kasin merupakan sungai yang dikelilingi oleh pemukiman serta lahan agrikultur. Kedua fungsi lahan penuh dengan aktivitas antropogenik yang berpotensi untuk mencemari kualitas dari perairan sungai Kasin. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kualitas air Sungai Kasin, Kota Malang, Jawa Timur, berdasarkan parameter fisik dan kimia menggunakan metode Indeks Pencemaran (IP). Pengukuran kualitas air dilakukan pada enam titik sampling yang berjarak 500 meter di sepanjang bagian tengah Sungai Kasin. Parameter yang diukur meliputi pH, Total Dissolved Solid (TDS), suhu, Dissolved Oxygen (DO), dan kekeruhan menggunakan alat Horiba. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa nilai pH (8.05-8.63), TDS (122-319 mg/L), suhu (27.19-27.65°C), dan DO (5.89-13.14 mg/L) masih menepati baku mutu kualitas air sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No. 22 Tahun 2021 untuk kelas 2. Namun, parameter kekeruhan (34.00-45.05 NTU) melebihi ketetapan baku mutu, mengindikasikan adanya partikel tersuspensi yang signifikan. Perhitungan Indeks Pencemaran (IP) di enam titik sampling menghasilkan nilai antara 1.18 hingga 1.50, yang masuk dalam kategori cemar ringan. Meskipun kualitas air Sungai Kasin masih tergolong baik, terdapat indikasi pencemaran ringan yang perlu mendapatkan perhatian. Oleh sebab itu, dibutuhkan upaya pengelolaan yang berkelanjutan untuk mencegah degradasi kualitas air lebih lanjut.
Sign in to start a discussion.
More Papers Like This
Assessment of Bango River Water Quality on Different Land Uses
Researchers assessed water quality in the Bango River in Indonesia across different land uses, finding that agricultural, residential, and industrial activities each contributed distinct pollution patterns affecting physicochemical parameters and overall river health.
Pengaruh Perilaku dan Kondisi Permukiman Masyarakat Terhadap Kualitas Air di Sungai Jangkok, Kota Mataram
This Indonesian study examines how population density and household waste disposal habits affect water quality in the Jangkok River, finding domestic waste from densely populated areas is the main pollution source. Poor waste management including plastic disposal directly into rivers is a primary driver of microplastic contamination in Southeast Asian waterways.
Water Quality Degradation in the Deli River Watershed, North Sumatra: Impacts of Land Use and Pollution Sources
Researchers assessed water quality across 46 sampling points in the Deli River Watershed in North Sumatra, Indonesia, using pollution indices and spatial analysis to evaluate the impacts of urbanization and industrial discharge. Samples collected between June and July 2023 from upstream, middle, downstream, and tributary sites revealed spatial variation in water quality degradation driven by land use change and pollution sources.
Analysis of Water Quality Pollution Index Asahan river in Tanjungbalai City
This study analyzed water quality in the Asahan River in Indonesia, documenting pollution from agriculture, industry, and urban activities that has reduced water quality. This is a water quality monitoring study; while not focused on microplastics, plastic pollution contributes to the broader water quality problems described.
Assessment of stream quality and health risks in Indonesian river systems: A social analysis and water quality index approach
Researchers assessed water quality in three Indonesian rivers used by local communities, finding microplastics — primarily polyethylene and polypropylene — alongside elevated levels of iron, lead, and manganese, with residents reporting rising rates of skin disease and diarrhea linked to polluted water use.