We can't find the internet
Attempting to reconnect
Something went wrong!
Hang in there while we get back on track
Pengaruh Penambahan Kitosan dan Carboxymethyl Cellulose (CMC) Terhadap Sifat Mekanik Bioplatik Pati Biji Alpukat
Summary
This study investigates how adding chitosan and carboxymethyl cellulose (CMC) affects the physical and mechanical properties of bioplastic films. By varying the concentrations of these biopolymers, researchers evaluated changes in tensile strength, flexibility, and barrier performance. The results provide practical guidance for formulating bioplastics with improved functional characteristics using widely available natural materials.
Masalah pengelolaan sampah plastik di Indonesia menjadi semakin mendesak, dengan negara ini menempati peringkat kedua dunia sebagai penghasil sampah plastik terbesar. Sebagai solusi ramah lingkungan, pengembangan bioplastik berbahan dasar pati biji alpukat dengan penambahan kitosan dan Carboxymethyl Cellulose (CMC) menjadi alternatif yang menjanjikan karena dapat terurai oleh mikroorganisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan kitosan dan Carboxymethyl Cellulose (CMC) terhadap sifat mekanik, daya serap air, dan biodegradasi bioplastik berbasis pati biji alpukat.Bioplastik dibuat dengan variasi kitosan (2,5 g, 3,5 g, 4,5 g) dan konsentrasi CMC (1%, 2%), menggunakan gliserol sebagai plasticizer. Hasil penelitian menunjukkan kuat tarik tertinggi sebesar 20,59 MPa pada komposisi 4,5 g kitosan dan 1% CMC, elongasi terbaik 48% dengan 2,5 g kitosan dan 1% CMC, serta ketebalan optimum 0,2314 mm dengan 3,5 g kitosan dan 2% CMC. Daya serap air terendah 8% dicapai pada 2,5 g kitosan dan 1% CMC, sementara biodegradasi hampir sempurna terjadi setelah 53 hari. Kata Kunci: Bioplastik, kitosan, Carboxy Methyl Cellulose (CMC)