0
Article ? AI-assigned paper type based on the abstract. Classification may not be perfect — flag errors using the feedback button. Sign in to save

Mikroplastik pada Biofilm Daun Lamun Thalassia hemprichii di Perairan Kampung Madong, Kelurahan Kampung Bugis, Kota Tanjungpinang

Anthropology Today 2025
Raquel Manalu, Andi Zulfikar, Tri Apriadi

Summary

Researchers examined microplastic accumulation in the biofilm of seagrass leaves (Thalassia hemprichii) in Tanjungpinang waters, Indonesia, identifying 1,178 particles averaging 8 particles/cm² and finding that seagrass canopy cover—but not individual leaf area—significantly influenced microplastic density in the biofilm.

Ekosistem lamun memiliki peran penting dari segi ekologis yaitu sebagai produsen primer, penyedia pangan bagi masyarakat pesisir, menstabilkan sedimen perairan, habitat bagi biota lain, dan tempat mencari makanan. Salah satu ancaman bagi ekosistem lamun ialah sampah plastik berukuran mikro. Keberadaan epifit yang melekat pada biofilm memungkinkan mikroplastik terjerat di biofilm daun lamun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan mikroplastik serta menganalisis pengaruh tutupan lamun dan luasan daun lamun terhadap kepadatan mikroplastik di biofilm daun laun lamun T. hemprichii. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2023 di Perairan Kampung Madong, Tanjungpinang. Metode penelitian ini menggunakan teknik random samplingsebanyak 30 titik. Hasil penelitian mendapatkan jenis mikroplastik fiber yang karakteristiknya berwarna hitam, biru, dan merah (134,60-269,81 µm). Fragmen yang karakteristik berwarna biru dan hijau (49,21-450,70 µm). Sedangkan film kerakteristiknya berwarna cenderung transparan dan tipis (131,76-224,98 µm). Total mikroplastik yang dijumpai sebanyak 1.178 partikel, dengan kepadatan rata-rata 8 partikel/cm2. Tutupan lamun memiliki pengaruh terhadap kepadatan mikroplastik sedangkan luasan daun lamun T.hemprichii tidak memiliki pengaruh terhadap kepadatan mikroplastik.

Share this paper