We can't find the internet
Attempting to reconnect
Something went wrong!
Hang in there while we get back on track
Kajian literatur identifikasi dan pemahaman tentang kontaminasi mikroplastik di biosfer
Summary
Researchers reviewed scientific literature published between 2014 and 2024 on microplastic pollution across the biosphere — including marine, estuarine, riverine, lacustrine, terrestrial, and atmospheric environments — identifying significant research gaps in continental and atmospheric systems compared to marine environments.
Mikroplastik merupakan partikel plastik dengan ukuran kurang dari 5 mm yang kini menjadi zat kontaminan yang semakin diperhatikan dalam konteks ekotoksikologi lingkungan akuatik dan juga bagi kesehatan manusia. Walaupun polusi mikroplastik tersebar di biosfer daratan, air, dan udara, lingkungan ini sering kali dilihat sebagai entitas terpisah; meskipun, pada kenyataannya, keduanya saling terkait. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau literatur ilmiah yang terkait dengan penelitian mikroplastik di biosfer dan mengidentifikasi kesenjangan dalam penelitian yang dapat membantu menilai prioritas penelitian di masa depan. Artikel ilmiah yang membahas polusi mikroplastik, diterbitkan antara tahun 2014 dan 2024, diidentifikasi dalam basis data Web of Science. Artikel penelitian asli yang tercakup dalam kategori Environmental Sciences, Marine/Freshwater Biology, Toxicology, Multidisciplinary Sciences, Environmental Studies, Oceanography, Limnology, dan Ecology di Web of Science dan lainnya dipilih untuk mengeksplorasi penelitian mikroplastik di laut, estuari, sungai, danau, tanah, dan atmosfer. Artikel yang terkait dengan laut, estuari, sungai, dan danau kemudian diklasifikasikan lebih lanjut berdasarkan (i) keberadaan dan karakterisasi, (ii) penyerapan dan dampak pada organisme, dan (iii) isu perilaku dan transportasi. Hasilnya menunjukkan bahwa sementara penelitian mikroplastik di laut telah menerima perhatian ilmiah yang signifikan, pemahaman terhadap sejauh mana polusi mikroplastik di lingkungan kontinental, seperti sungai, danau, tanah, dan udara, beserta interaksi lingkungannya, masih kurang memadai.