0
Article ? AI-assigned paper type based on the abstract. Classification may not be perfect — flag errors using the feedback button. Sign in to save

Sosialisasi Dan Edukasi Mengenai Dampak Mikroplastik Dan Bahaya Plastik Sekali Pakai Pada Siswa Smp Islam Nurul Iman Di Pulau Gili Iyang

The Egyptian Journal of Histology 2025
Dio Alif Hutama, Danar Arifka Rahman, Tri Setya Ayu Kartika, Axelle Herwit Fawwaz Aryasatya, Bintang Kent Xaviera

Summary

A community outreach program at an Indonesian island school raised student microplastic awareness significantly, with pre-test scores rising from 44.5 to 68.5 post-intervention (N-Gain = 0.44, moderate effect). Coastal youth education about microplastic hazards supports SDG water quality targets and builds the community-level awareness needed to reduce plastic waste entering marine environments.

Peningkatan produksi dan konsumsi plastik sekali pakai telah menyebabkan akumulasi mikroplastik di berbagai ekosistem, termasuk wilayah pesisir dan pulau kecil. Mikroplastik memiliki dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia, sehingga diperlukan upaya edukasi dan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran publik, khususnya di kalangan pelajar sebagai generasi muda. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SMP Islam Nurul Iman, Pulau Gili Iyang, Kabupaten Sumenep, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan siswa mengenai bahaya mikroplastik dan dampak penggunaan plastik sekali pakai. Metode kegiatan meliputi tiga tahapan, yaitu diskusi awal permasalahan, pelaksanaan sosialisasi dan edukasi, serta evaluasi hasil kegiatan melalui pretest dan posttest. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata skor pretest siswa sebesar 44,5 meningkat menjadi 68,5 pada posttest, dengan nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,44 yang termasuk dalam kategori sedang. Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi yang dilakukan cukup efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang isu lingkungan, khususnya bahaya mikroplastik dan pentingnya pengurangan penggunaan plastik sekali pakai. Selain itu, kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) ke-6, khususnya pada aspek perlindungan kualitas air dan pengurangan pencemaran melalui pemahaman siswa mengenai dampak mikroplastik terhadap sumber daya air. Secara keseluruhan, kegiatan ini memperlihatkan potensi pendidikan lingkungan berbasis sekolah sebagai sarana strategis dalam membangun kesadaran ekologi di komunitas pesisir.

Share this paper