We can't find the internet
Attempting to reconnect
Something went wrong!
Hang in there while we get back on track
Pencemaran Meso- dan Mikroplastik di Kali Surabaya pada Segmen Driyorejo hingga Karang Pilang
Summary
Researchers measured meso- and microplastic abundance in the Surabaya River, Indonesia, at three water depths across multiple sampling points. Plastic particles were found throughout the water column at all sites, raising concern since this river serves as a drinking water source for local communities.
Kali Surabaya memegang peranan penting sebagai sumber air baku air minum. Namun Kali Surabaya mengalami penurunan kualitas, akibat pembuangan sampah ke sungai. Jenis sampah yang paling sering ditemukan adalah plastik. Partikel plastik dari jenis meso dan mikroplastik memiliki dampak negatif bagi ekosistem sungai. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kelimpahan meso- dan mikroplastik di Kali Surabaya pada segmen Driyorejo hingga Karang Pilang, serta menentukan dan mengkaji distribusinya. Sampling dilakukan secara grab pada tiga kedalaman sungai (atas, tengah, dasar) dari tiga titik menurut lebar sungai (sisi kanan, tengah, dan kiri). Sampling dilakukan dengan dua kali pengulangan. Pengambilan sampel pada permukaan menggunakan manta trawl dan pada setengah kedalaman serta dasar kedalaman menggunakan modified trawl. Pengambilan sampel air untuk pengukuran parameter suhu, pH, berat jenis air menggunakan Van Dorn sampler, dan pengukuran kecepatan arus menggunakan current meter. Ekstraksi meso- dan mikroplastik dilakukan menggunakan hidrogen peroksida dan larutan NaCl. Kemudian meso- dan mikroplastik diamati dan disortasi menggunakan stereomicroscope . Kelimpahan tertinggi mesoplastik berada di permukaan sungai pada titik Driyorejo (1,22 partikel/m 3 ). Adapun, kelimpahan tertinggi mikroplastik berada di permukaan sungai pada titik Driyorejo (13,33 partikel/m 3 ). Distribusi longitudinal mesoplastik dan mikroplastik pada tiga titik sampling menunjukkan perubahan yang cukup signifikan. Dari titik Driyorejo ke titik Bambe kelimpahan mikroplastik menurun, sedangkan dari titik Bambe ke titik Karang Pilang terjadi peningkatan. Kelimpahan mesoplastik pada tiga titik cenderung menurun dari permukaan hingga dasar. Sedangkan distribusi vertikal mikroplastik berfluktuasi: menurun dari permukaan hingga ke setengah kedalaman, kemudian meningkat di bagian dasar sungai.
Sign in to start a discussion.
More Papers Like This
Identifikasi Karakteristik dan Kelimpahan Mikroplastik Pada Sampel Air Kali Surabaya
This Indonesian study characterized microplastic abundance and types in water samples from the Kali Surabaya river in Surabaya. The urban waterway showed widespread plastic contamination, with sources linked to densely populated residential areas along the riverbanks.
Identifikasi Kelimpahan dan Karakteristik Mikroplastik pada Air Kali Mas, Kota Surabaya
This Indonesian study characterized microplastic abundance and type in water from the Kali Mas river in Surabaya. Plastic fragments and fibers were detected throughout the urban waterway, reflecting the impact of dense residential and commercial activity on local water quality.
Distribution of microplastics in Surabaya River, Indonesia
Microplastics were found at all sampling depths in the Surabaya River, Indonesia, with surface waters having the highest concentrations and film-shaped large particles predominating. The study confirms that one of the world's most plastic-polluted rivers carries plastics throughout its water column, not just at the surface.
Microplastic pollution in Surabaya River Water and Aquatic Biota, Indonesia
Researchers surveyed microplastic contamination in the Surabaya River and its aquatic organisms in Indonesia, finding MPs in water, sediment, and multiple fish species, with fiber concentrations highest near densely populated urban areas and fish tissue contamination raising concerns for human exposure through seafood consumption.
The presence of microplastics in Surabaya coastal area and its correlation with conventional water quality parameters
Researchers measured microplastic presence in coastal waters of Surabaya, Indonesia, and examined correlations with marine biodiversity indicators. Elevated microplastic concentrations were associated with reduced diversity of benthic organisms at contaminated sites.