0
Article ? AI-assigned paper type based on the abstract. Classification may not be perfect — flag errors using the feedback button. Tier 2 ? Original research — experimental, observational, or case-control study. Direct primary evidence. Detection Methods Environmental Sources Marine & Wildlife Policy & Risk Sign in to save

Abundance and Characteristics of Microplastics at the Karangpilang III Water Treatment Plant, Surabaya City

Original title: Kelimpahan dan Karakteristik Mikroplastik pada IPAM Karangpilang III Kota Surabaya

Jurnal Teknik ITS 2021 2 citations ? Citation count from OpenAlex, updated daily. May differ slightly from the publisher's own count.
Mar`atusholihah Mar`atusholihah, Yulinah Trihadiningrum, Arlini Dyah Radityaningrum

Summary

This Indonesian-language study measured the abundance and characteristics of microplastics at a drinking water treatment plant in Surabaya, Indonesia. Researchers found microplastics were present in both raw and treated water, raising questions about the effectiveness of standard treatment processes at removing these particles.

Polymers

PDAM Surya Sembada Surabaya memiliki enam Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM), salah satunya IPAM Karangpilang III. IPAM Karangpilang III menggunakan Kali Surabaya sebagai sumber air baku. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kelimpahan dan karakteristik mikroplastik (MP) pada air baku dan air produksi di IPAM Karangpilang III dan menentukan efisiensi penyisihan mikroplastik pada setiap unit di IPAM Karangpilang III Kota Surabaya. Adapun variabel penelitian yang digunakan adalah unit-unit operasi yang terdapat pada IPAM. Unit-unit di IPAM Karangpilang III terdiri atas intake, aerator, prasedimentasi, flashmix, clearator, filtrasi, dan desinfeksi. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode grab sampling sebanyak satu kali pada pukul 06.00 – 09.00 WIB, pada tanggal 22 Februari 2020. Prosedur ekstraksi MP pada sampel air dilakukan dengan Wet Peroxide Oxidation. Kemudian dilanjutkan dengan penyaringan menggunakan vacuum filter dan membran PTFE (ukuran pori: 0,2 μm). Selanjutnya partikel MP dipisahkan secara manual dari membran filter menggunakan pinset di bawah dissecting microscope (Sunshine SZM45T-B1 dan Dino Capture 2.0) dengan pembesaran 40× – 60×. Kelimpahan MP selama proses pengolahan air minum menurun dari 54,4 partikel/L di air baku menjadi 13 partikel/L di air produksi (efisiensi penyisihan 76,1%). Bentuk MP didominasi oleh serat 94,1% di air baku dan 81,5% di air produksi. MP didominasi oleh partikel berukuran 351 – 1000 μm 42,3% di air baku dan 35,4% di air produksi). Partikel MP didominasi oleh warna hitam (53,7 % di air baku) dan biru (33,8% di air produksi). Kelimpahan MP berbeda pada setiap unit operasi. Tingkat penurunan kelimpahan MP adalah 62,17% di unit aerator, 33,33% di unit prasedimentasi, dan 75,1% di unit desinfeksi.

Share this paper