0
Article ? AI-assigned paper type based on the abstract. Classification may not be perfect — flag errors using the feedback button. Tier 2 ? Original research — experimental, observational, or case-control study. Direct primary evidence. Detection Methods Policy & Risk Sign in to save

Kandungan mikroplastik pada ikan bawis (Siganus canaliculatus) dan ikan kembung (Rastrelliger kanagurta) di perairan Bontang

Jurnal Ilmiah BioSmart (JIBS) 2021 4 citations ? Citation count from OpenAlex, updated daily. May differ slightly from the publisher's own count.
Muhammad Wawan Adisaputra

Summary

Researchers analyzed microplastic content in two commercially important fish species from the waters of Bontang, Indonesia, finding microplastics in both white-spotted spinefoot and Indian mackerel. The study documents microplastic contamination in fish species commonly consumed by local communities, raising concerns about dietary exposure.

Kandungan mikroplastik pada ikan bawis (Siganus canaliculatus) dan ikan kembung (Rastrelliger kanagurta) di perairan Bontang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan mikroplastik pada ikan bawis (Siganus canaliculatus) dan ikan kembung (Rastrelliger kanagurta) di perairan Bontang. Metode pengambilan sampel dengan purposive sampling yaitu pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu. Sampel penelitian ikan bawis (Siganus canaliculatus) dan ikan kembung (Rastrelliger kanagurta) yang terdapat di perairan laut Bontang. Hasil penelitian menunjukkan terdapat kandungan mikroplastik pada ikan bawis (Siganus canaliculatus) dan ikan kembung (Rastrelliger kanagurta) dengan berbagai macam jenis dan ukuran. Mikroplastik yang ditemukan pada sampel ikan bawis (Siganus canaliculatus) terdapat kandungan mikroplastik yang memiliki panjang >150 μm sebanyak 57 partikel dan panjang <150 μm sebanyak 11 partikel. Kemudian ikan kembung (Rastrelliger kanagurta) terdapat kandungan mikroplastik yang memiliki panjang >150 μm sebanyak 47 partikel dan panjang <150 μm sebanyak 15 partikel.

Share this paper