0
Article ? AI-assigned paper type based on the abstract. Classification may not be perfect — flag errors using the feedback button. Tier 2 ? Original research — experimental, observational, or case-control study. Direct primary evidence. Detection Methods Policy & Risk Sign in to save

Karakterisasi Mikroplastik Dari Sedimen Padang Lamun, Pulau Panjang, Jepara, Dengan Ft-ir Infra Red

Jurnal Sains &Teknologi Lingkungan 2021 16 citations ? Citation count from OpenAlex, updated daily. May differ slightly from the publisher's own count.
Kamelia Lestari, Haeruddin Haeruddin, Oktavianto Eka Jati

Summary

Researchers identified microplastics in seagrass bed sediments at Panjang Island, Indonesia, using infrared spectroscopy to characterize the types present. The study confirms that microplastic pollution has reached this coastal ecosystem, which provides important habitat for marine life.

Ekosistem lamun Pulau Panjang memiliki fungsi ekologis bagi biota sekitarnya. Mikroplastik dapat tersimpan di sedimen untuk jangka waktu yang lama karena sifatnya yang sulit terurai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan mikroplastik pada sedimen lamun di Pulau Panjang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2019 di Pulau Panjang, Jepara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode random sampling, dibagi menjadi 2 jenis sampel yaitu 7 sampel inti dan 3 sampel tambahan (untuk uji FT-IR). Analisis dilakukan untuk mengetahui keterkaitan antara jumlah mikroplastik yang didapatkan dengan kerapatan lamun. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa jumlah total mikroplastik yang didapatkan sebanyak 93 partikel dengan bentuk fragmen, film, fiber, dan pelet. Jumlah tertinggi terdapat pada titik 7 dengan jumlah 19 partikel. Bentuk mikroplastik dominan yang ditemukan yaitu fragmen sebanyak 51 partikel (54,83%), kemudian bentuk lain seperti fiber 34 partikel (36,56%) dan film sebanyak 8 partikel (8,6%). Jenis lamun yang ditemukan yaitu Cymodocea rotundata, Cymodocea serrulata, dan Enhalus acoroides. Kerapatan lamun di Pulau Panjang titik 1-7 tergolong tinggi, kecuali pada titik 5 yang memiliki kerapatan lamun sedang. Analisa statistika yang dilakukan yaitu uji One Way ANOVA dengan nilai signifikansi 0,008 (

Share this paper