We can't find the internet
Attempting to reconnect
Something went wrong!
Hang in there while we get back on track
IDENTIFIKASI MIKROPLASTIK PADA CANGKANG KERANG DARAH (Anadara Granosa Liin ) DENGAN MENGGUNAKAN Fourier Transform Infrared (FTIR) dan Scanning Electron Microscopy (SEM)
Summary
This Indonesian study used Fourier Transform Infrared spectroscopy and Scanning Electron Microscopy to identify microplastics in blood cockle shells from South Sumatra. While cockle flesh is more commonly studied, this research investigated whether microplastic contamination also occurs in the commercially processed shell material.
Kerang merupakan hewan filter feeder, sehingga akan menyerap berbagai limbah dari air laut maupun dari sedimen. Tingginya produksi kerang yang di ikuti dengan tingginya pemanfaatan limbah cangkang kerang untuk berbagai bahan pangan, menimbulkan permasalahan apakah cangkang kerang mengandung mikroplastik seperti halnya pada dagingnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kandungan mikroplastik pada 5 daerah penghasil kerang darah yang banyak di konsumsi dan di manfaatkan limbahnya. Daerah tersebut adalah Gisik Cemandi, Kenjeran, Pasuruan , Gresik dan Sidoarjo. Kandungan mikroplastik di analisis dengan menggunakan FTIR dan SEM . Analisis denagn FTIR menunjukkan 4 jenis polimer yang di tengarai sebagai particle suspected as microplastic. Senyawa mikroplastik tersebut adalah : polyglutaroyl : alt4,4’-azobisbenzoyl hydrazide, Ethylidene-norbornene, Chloromethyl-silasane, dan Poly(4,4’-azobisbenzoyl:alt2,4-dimethylpyrorolehidrazide. Analisis struktur menggunakan SEM pada sampel cangkang kerang, tidak menunjukkan adanya mikroplastik. Hasil analisis dengan chi square test disimpulkan Ho terima artinya tidak ada hubungan antara daerah asal dengan jenis senyawa (Asymp.sig tidak ada yang < 0.05)