We can't find the internet
Attempting to reconnect
Something went wrong!
Hang in there while we get back on track
Analisis Jenis dan Kelimpahan Mikroplastik serta Pencemaran Logam Berat pada Hulu Sungai Bengawan Solo
Summary
Researchers measured microplastic types and abundance along with heavy metal concentrations in the upper section of the Bengawan Solo River in Indonesia, finding both contaminants present across sampling sites. The co-occurrence of microplastics and heavy metals in this nationally important river raises concerns for water quality and aquatic life.
Sungai bengawan Solo merupakan sungai nasional yang menjadi sumber air baku bagi masyarakat dalam memenuhi berbagai kebutuhan diantaranya keperluan air pada beberapa sektor seperti perikanan, perkebunan, perairan, bahkan kehidupan organisme air. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kondisi dan kualitas air sungai Bengawan Solo dan kelimpahan mikroplastik pada badan airnya. Metode penelitian mikroplastik terdiri darisampling dan analisis laboratorium. Sampling dilakukan dengan metode kering, yaitupencidukan air sebanyak 100 liter dengan plankton net kemudian disaring dengan kain kassa T165.Lokasi sampling dilakukan pada 5 titik yang memiliki aktivitas berbeda, yaitu Kali Samin Surakarta, Sungai Tempuran Jebres, Sungai Perbatasan Sukoharjo, dan dua titik berbeda di Waduk Wonoiri. Adapun analisis laboratorium dilakukan dengan metode shieving/pengayakan, digesti melalui destruksi sampel air dengan campuran larutan H2SO4 dan H2O2 dengan konsentrasi masing-masing 30% (perbandingan 3:1), separasi melalui sentrifugasi pada kecepatan 3000 rpm selama 15 menit, serta filtrasi dan pengamatan dengan mikroskop stereo yang dihubungkan dengan kamera DX230 dan skala 1:40. Hasil yang ditemukan adalah mikroplastik jenis fiber, fragmen , dan film dengan ditemukan kelimpahan mikroplastik 51 partikel per 100 liternya.Kelimpahan mikroplastik terbesar pada Sungai Perbatasan Sukoharjo yaitu 12 partikel/100 liter. Temuan lain menunjukkan Bengawan Solo di Sungai Samin tercemar logam berat khrom, kadmium, dan timbal, serta senyawa kimiaberbahaya khlorin dan nitrit.Tingkat pencemaran logam berat menunjukkan air sungai Bengawan Solo tidak memenuhi baku mutu air kelas 3.
Sign in to start a discussion.
More Papers Like This
Identifikasi Jenis Mikroplastik dan Logam Berat di Air Sungai Kapuas Kota Pontianak
Researchers identified and quantified microplastic types and heavy metals in water samples from the Kapuas River in Pontianak, Indonesia, finding that high plastic waste inputs from urban activities resulted in elevated microplastic concentrations alongside metals including lead and cadmium.
Analisis Kelimpahan Mikroplastik pada Air Sungai Bengawan Solo Wilayah Kelurahan Pucangsawit Kota Surakarta, Jawa Tengah
Researchers analyzed water samples from the Bengawan Solo River in Surakarta, Indonesia, and found 199 microplastic particles with an average abundance of 19.9 particles per liter. Fiber-type microplastics were the most common form detected, though fragments, films, pellets, and foam were also observed. The findings confirm that this major river system is contaminated with microplastics, likely from surrounding human activities.
Identifikasi Karakteristik dan Kelimpahan Mikroplastik Pada Sampel Air Kali Surabaya
This Indonesian study characterized microplastic abundance and types in water samples from the Kali Surabaya river in Surabaya. The urban waterway showed widespread plastic contamination, with sources linked to densely populated residential areas along the riverbanks.
Analisis Kandungan Logam Berat (pb) Dan Kelimpahan Mikroplastik Di Estuari Sungai Baturusa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Researchers measured lead concentrations and microplastic abundance in the Baturusa River estuary in Indonesia, an area affected by heavy industrial and anthropogenic activity. The study provides baseline data on combined heavy metal and microplastic contamination in this coastal region.
Microplastic Abundance and Characteristics in the Bango River, Malang, Indonesia, Based on Land Use Patterns
Researchers quantified microplastic abundance and characterized particle types in the Bango River in Malang, Indonesia, finding significant contamination dominated by fragments and fibers linked to urban and agricultural sources.