0
Article ? AI-assigned paper type based on the abstract. Classification may not be perfect — flag errors using the feedback button. Tier 2 ? Original research — experimental, observational, or case-control study. Direct primary evidence. Policy & Risk Sign in to save

Analisis Kelimpahan Mikroplastik pada Ikan Sapu-Sapu Pterygoplichthys Pardalis (Castelnau, 1855), Air, dan Sedimen di Dua Daerah Ciliwung, Jakarta Selatan

Jurnal Kelautan dan Perikanan Terapan (JKPT) 2022 7 citations ? Citation count from OpenAlex, updated daily. May differ slightly from the publisher's own count. Score: 30 ? 0–100 AI score estimating relevance to the microplastics field. Papers below 30 are filtered from public browse.
Mufti Petala Patria Audithiya Deriano, Mufti Petala Patria Audithiya Deriano, Mufti Petala Patria Mufti Petala Patria Mufti Petala Patria Mufti Petala Patria Mufti Petala Patria Mufti Petala Patria Mufti Petala Patria Mufti Petala Patria Mufti Petala Patria Mufti Petala Patria Mufti Petala Patria Mufti Petala Patria Mufti Petala Patria Mufti Petala Patria Mufti Petala Patria Mufti Petala Patria Mufti Petala Patria Mufti Petala Patria Mufti Petala Patria Mufti Petala Patria Mufti Petala Patria Mufti Petala Patria Erwin Nurdin, Erwin Nurdin, Mufti Petala Patria Erwin Nurdin, Erwin Nurdin, Mufti Petala Patria Mufti Petala Patria Erwin Nurdin, Erwin Nurdin, Mufti Petala Patria Mufti Petala Patria Erwin Nurdin, Erwin Nurdin, Mufti Petala Patria Mufti Petala Patria Mufti Petala Patria

Summary

Researchers analyzed microplastic abundance in the gills and digestive tracts of suckermouth armadillo catfish, as well as in water and sediment, at two sites on the Ciliwung River in Jakarta. Both fish and environmental samples contained microplastics, with fibers as the most common type, reflecting significant plastic pollution in this urban Indonesian river.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelimpahan dan bentuk mikroplastik pada insang dan saluran pencernaan ikan sapu-sapu Pterygoplichthys pardalis (Castelnau, 1855) air, dan sedimen di stasiun penelitian Tanjung Barat dan stasiun penelitian MT Haryono, Ciliwung, Jakarta Selatan. Pengambilan sampel ikan dilakukan sebanyak 10 ekor dari kedua lokasi. Pengambilan sampel air dan sedimen dilakukan pada 3 titik dari kedua lokasi. Insang dan saluran pencernaan dari setiap ikan sapu-sapu diisolasi dan dihancurkan menggunakan asam nitrat kuat (HNO3 65%). Sampel air diambil 20 liter yang disaring dengan plankton net. Sampel sedimen diambil 200 gram dan dikeringkan di oven. Larutan NaCl jenuh digunakan untuk mengapungkan mikroplastik. Sampel diletakan pada Sedgwick Rafter Chamber dan mikroplastik diamati menggunakan mikroskop. Hasil penelitian menunjukkan kelimpahan mikroplastik pada stasiun penelitian Tanjung Barat, Ciliwung yaitu 5.888 ± 611,7 partikel ind-1 pada insang ikan sapu-sapu, 5.344 ± 694,8 partikel ind-1 pada saluran pencernaan ikan sapu-sapu, 341,9 ± 25,9 partikel L-1 pada air, 297.600 ± 16.185 kg-1 pada sedimen. Hasil penelitian menunjukkan kelimpahan mikroplastik pada stasiun penelitian MT Haryono yaitu 5.835 ± 421,0 partikel ind-1 pada insang ikan sapu-sapu, 5.581 ± 472,7 partikel ind-1 pada saluran pencernaan ikan sapu-sapu, 346 ± 28,4 partikel L-1 pada air, dan 316.089 ± 6883,6 kg-1 pada sedimen. Hasil Uji T Dua Sampel menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara kelimpahan mikroplastik pada sampel insang, saluran pencernaan, air, dan sedimen dari kedua stasiun penelitian di Ciliwung. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat perbedaan kandungan mikroplastik di kedua stasiun tersebut.

Sign in to start a discussion.

Share this paper