0
Article ? AI-assigned paper type based on the abstract. Classification may not be perfect — flag errors using the feedback button. Tier 2 ? Original research — experimental, observational, or case-control study. Direct primary evidence. Policy & Risk Sign in to save

Analisis Kandungan Logam Berat (pb) Dan Kelimpahan Mikroplastik Di Estuari Sungai Baturusa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

JFMR-Journal of Fisheries and Marine Research 2022 5 citations ? Citation count from OpenAlex, updated daily. May differ slightly from the publisher's own count.
Susi Susanti

Summary

Researchers measured lead concentrations and microplastic abundance in the Baturusa River estuary in Indonesia, an area affected by heavy industrial and anthropogenic activity. The study provides baseline data on combined heavy metal and microplastic contamination in this coastal region.

Daerah Estuari Sungai Baturusa memiliki banyak sumber pencemaran dari kegiatan antropogenik. Hal ini dapat memicu terjadinya pencemaran seperti logam berat serta sampah plastik yang berbentuk makro maupun mikro. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat (Pb) dan mikroplastik di daerah Estuari Sungai Baturusa. Metode penelitian pengambilan air sampel logam berat (Pb) berdasarkan SNI 6989.57:2008, sedangkan sampel mikroplastik mengacu pada Palatinus et al., (2015). Analisis sampel air untuk uji logam berat (Pb) berdasarkan SNI 6989-84:2019. Ekstraksi mikroplastik dari bahan organik dengan menambahkan H 2 O 2 30% dan penambahan NaCl untuk meningkatkan densitas mikroplastik. Kandungan logam berat (Pb) yang ditemukan yaitu <0,001 mg/l, sedangkan jenis mikroplastik yang ditemukan yaitu jenis fragmen, film, fiber dan foam dengan kelimpahan tertinggi ditemukan pada jenis fragmen yaitu 1,875 partikel/m 3 dan stasiun yang memiliki kelimpahan tertinggi yaitu stasiun 2 dengan kelimpahan 1,101 partikel/m 3 . Berdasarkan analisis kandungan logam berat (Pb) air permukaan di Estuari Sungai Baturusa masih berada dibawah ambang batas baku mutu PP No 22 (2021) Tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Kelimpahan rata-rata jenis mikroplastik dan kelimpahan total setiap stasiun memiliki perbedaan hal ini dikarenakan jenis mikroplastik memiliki massa jenis yang berbeda-beda serta setiap stasiun memiliki sumber pencemar dan kondisi eksisting yang berbeda.

Share this paper