0
Article ? AI-assigned paper type based on the abstract. Classification may not be perfect — flag errors using the feedback button. Tier 2 ? Original research — experimental, observational, or case-control study. Direct primary evidence. Sign in to save

Perencanaan Sistem Pengelolaan Persampahan Kawasan Wisata Budaya Nagari Koto Gadang, Sumatra Barat

Jurnal Serambi Engineering 2022 5 citations ? Citation count from OpenAlex, updated daily. May differ slightly from the publisher's own count.
Mhd. Fauzi, Yeggi Darnas, Aditya Riansyah, Satria Nanda

Summary

This study planned a waste management system for a cultural heritage village in West Sumatra, Indonesia, to replace the outdated collect-haul-dump approach with one aligned with national regulations. The plan addresses waste reduction, sorting, and recycling. Improved waste management in tourist areas directly reduces plastic and other litter entering nearby waterways.

Pengelolaan sampah Nagari Koto Gadang masih menerapkan paradigma lama, yakni kumpul-angkut-buang atau bakar serta belum sesuai dengan Permen PUPR 3/2013. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan sistem pengelolaan persampahan Nagari Koto Gadang dan diharapkan dapat dijadikan acuan oleh pemerintah setempat dalam pengelolaan sampah. Perencanaan dilakukan selama 10 tahun yang dibagi menjadi dua tahap. Nagari Koto Gadang memiliki timbulan sampah sebesar 4,34 m3/hari dengan potensi daur ulang layak kompos sebesar 66,99% dan daur ulang 6,99% dari total sampah. Sistem pengelolaan sampah mencakup sistem pemilahan, pewadahan, pengumpulan, pengolahan, dan pengangkutan ke TPA. Sistem pewadahan yang dirancang adalah pewadahan terpilah untuk sampah layak kompos, daur ulang, dan residu. Sampah dikumpulkan menggunakan becak motor dengan sistem door to door. Sampah layak kompos kemudian diolah di TPS 3R dengan metode Takakura Susun, sampah daur ulang dikemas untuk dijual ke pengepul, limbah B3 diserahkan ke pihak ketiga, sampah residu sebagian diubah menjadi ekobrik dan sebagian diangkut ke TPA. Dana yang dibutuhkan untuk investasi perencanaan ini terdiri dari biaya pengadaan kontainer, becak motor, dan pengadaan peralatan pengomposan sebesar Rp. 45.255.000,-.

Share this paper