We can't find the internet
Attempting to reconnect
Something went wrong!
Hang in there while we get back on track
Identifikasi Mikroplastik pada Lambung Ikan Hasil Tangkapan Nelayan di Sungai Barito Kalimantan Selatan
Summary
This Indonesian study identified and counted microplastics found in the stomachs of fish caught in the Barito River in South Kalimantan. Detecting microplastics inside fish tissue confirms that plastic particles are being ingested by wild fish in this river system, raising concerns about contamination of local food sources.
Mikroplastik merupakan sampah plastik kecil yang berukuran <5 mm, sebagian besar berasal dari penguraian plastik-plastik berukuran besar yang dikelompokkan dalam 2 jenis mikroplastik yaitu sekunder dan primer. Mikroplastik primer merupakan produksi plastik dalam bentuk mikro, seperti manik-manik pada produk perawatan kulit, sedangkan mikroplastik sekunder merupakan bagian, pecahan, dari suatu hasil fragmentasi plastik yang lebih besar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis jenis mikroplastik pada lambung ikan hasil tangkapan nelayan di Sungai Barito Kalimantan Selatan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi jenis dan kelimpahan mikroplastik pada lambung Ikan Biawan (Helostoma temmincki Cuvier), Ikan Betok (Anabas testudineus), Ikan Kapar (Belontia hasselti), dan Ikan Gabus (Channa striata) hasil tangkapan nelayan di Sungai Barito Kalimantan Selatan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober hingga bulan November 2022. Pengambilan sampel sebanyak 4 ekor Ikan yang berukuran antara 8-15 cm dilakukan di Pasar Alalak Utara. Analisis Mikroplastik dilakukan di Laboratorium ECOTON Kabupaten Gresik Jawa Timur. Hasil penelitian ditemukan 4 tipe mikroplastik, yaitu Fragmen, Film dan Fiber dengan total mikroplastik pada lambung Ikan Biawan (Helostoma temmincki Cuvier), Ikan Betok (Anabas testudineus), Ikan Kapar (Belontia hasselti), dan Ikan Gabus (Channa striata) yaitu sebesar 71 partikel/ind dengan rata-rata 17,8 partikel. Bentuk mikroplastik yang banyak ditemukan adalah fiber dengan jumlah 35 partikel. Persentase mikroplastik tertinggi yaitu tipe Fiber. Hal ini karena fiber termasuk jenis mikroplastik yang ditemukan melimpah di perairan, sehingga potensi masuknya mikroplastik ke dalam tubuh ikan juga lebih besar.