0
Article ? AI-assigned paper type based on the abstract. Classification may not be perfect — flag errors using the feedback button. Tier 2 ? Original research — experimental, observational, or case-control study. Direct primary evidence. Detection Methods Policy & Risk Reproductive & Development Sign in to save

Identifikasi Kelimpahan dan Karakteristik Mikroplastik pada Air Kali Mas, Kota Surabaya

Environmental Pollution Journal 2023 1 citation ? Citation count from OpenAlex, updated daily. May differ slightly from the publisher's own count.
Mochammad Faais Murtadho, Gunawan Aliyansyah, Gunawan Aliyansyah, Anggie Eka Wienardy, Rizki Ayu Ramadhani

Summary

This Indonesian study characterized microplastic abundance and type in water from the Kali Mas river in Surabaya. Plastic fragments and fibers were detected throughout the urban waterway, reflecting the impact of dense residential and commercial activity on local water quality.

Body Systems

Kali Mas adalah sungai yang melewati daerah kawasan perdagangan, kawasan perkotaan, pemukimanpadat penduduk, dan industri di tengah Kota Surabaya yang memiliki potensi tingkat pencemaranyang tinggi khususnya sampah plastik. Plastik yang ada di perairan akan mengalami pelapukan danterjadi degradasi yang disebut dengan mikroplastik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuikelimpahan dan karakteristik mikroplastik pada Kali Mas. Metode yang digunakan untuk penentuanlokasi yakni purposive sampling dan preparasi sampel perairan dengan menggunakan metode NOAA.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan mikroplastik tertinggi terdapat pada segmen hilirsebesar 3,98 partikel/L dan terendah pada segmen hulu sebesar 2,60 partikel/L. Persentase warnamikroplastik tertinggi adalah warna bening yakni 45% dan bentuk mikroplastik yang mendominasiadalah fiber sebanyak 635 partikel. Mikroplastik dapat berdampak pada biota air dan organisme lainnyaseperti lisis fisik dan inflamasi pada usus ikan. Selain itu mampu menurunkan kualitas dan merusakmorfologi sperma serta mampu masuk ke tubuh manusia melalui identifikasi feses.

Share this paper