We can't find the internet
Attempting to reconnect
Something went wrong!
Hang in there while we get back on track
Identifikasi Jenis Dan Kepadatan Sampah Laut Di Pantai Mutiara Indah Dan Pelangi Kabupaten Kutai Kartanegara
Summary
This paper is not about microplastics — it surveys the type, density, and weight of macro and meso marine litter washed ashore on two beaches in Kutai Kartanegara Regency, Indonesia.
Sampah laut merupakan salah satu permasalahan lingkungan di wilayah pesisir. Sampah laut di wilayah pesisir dapat mempengaruhi ekosistem pesisir dan menurunkan kualitas lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis dan jumlah, berat total, kepadatan, persentase makro, meso dan persentase subtransek pada faktor hidrooseanografi sampah makro dan meso di Pantai Mutiara Indah dan Pelangi Kabupaten Kutai Kartanegara. Metode pengambilan sampel sampah makro dan meso yang digunakan adalah metode purposive sampling dan random sampling. Pengambilan sampel sampah makro dilakukan dengan membuat garis transek sepanjang 100 meter sejajar garis pantai, dibagi menjadi 5 garis dengan ukuran subtransek 5 x 5 meter. Sedangkan transek sampah meso dibagi menjadi 25 kotak dengan subtransek berukuran 1 x 1 meter. Berdasarkan hasil analisis diketahui komposisi sampah makro dan meso adalah plastik, karet, logam, kaca dan kayu sebanyak 88 item (makro) dan 58 item (meso). Berat total sampah makro masing-masing sebesar 1,865 g/m2 dan meso 85 g/m2. Tidak terdapat pengaruh yang nyata (p>0,05) antara lokasi penelitian yang berbeda terhadap berat, jumlah, kepadatan dan persentase sampah laut di kawasan Pantai Mutiara Indah dan Pantai Pelangi. Persentase jenis sampah makro plastik tertinggi masing-masing terdapat di Mutiara Indah (94%) dan Pantai Pelangi (65%). Sampah Meso juga didominasi oleh jenis plastik yang masing-masing terdapat di Mutiara Indah (77%) dan Pantai Pelangi (98%). Nilai persentase sub-transek menunjukkan bahwa sebaran sampah makro dan meso mungkin dipengaruhi oleh arus laut, pasang surut, dan kemiringan pantai. Sumber utama sampah makro dan meso di pantai Mutiara Indah dan Pelangi berasal dari aktivitas pengunjung yang membuang sampah di sekitar pantai.
Sign in to start a discussion.
More Papers Like This
Komposisi Dan Kepadatan Sampah Laut Pada Tiga Bagian Dari Pantai Mangatasik Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa
This paper is not about microplastics — it surveys the composition and density of meso- and macro-scale marine debris on a tourist beach in Indonesia, cataloguing litter types but not examining microplastic-scale particles or health effects.
Identifikasi Jenis Dan Kelimpahan Sampah Laut Di Pesisir Pantai Pemedas Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur
This Indonesian study identified and classified marine litter along the coastline of a district in East Kalimantan, finding that plastic was the dominant material. The research documents the scale of plastic waste reaching coastal areas in a rapidly developing region of Indonesia.
Kelimpahan Makroplastik Di Wilayah Perairan Muara Sembilang Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara
This Indonesian study measured the abundance of macroplastic debris in the estuary waters of East Kalimantan. The high levels of large plastic items documented in this coastal waterway represent potential sources of microplastic pollution as the materials fragment over time.
Marine debris in tourism area of Dodola Island Beach, Morotai Island District
This paper is not directly about microplastics; it characterizes the composition and density of marine debris on a tourism beach in Morotai Island, Indonesia, documenting the types and quantities of litter including plastics at a macro scale.
Karakteristik Sampah Makroplastik di Pantai Wisata Lamaru Kota Balikpapan
Not relevant to microplastics — this Indonesian study characterizes the types and weight of macroplastic debris on a tourist beach in Balikpapan, East Kalimantan, comparing debris between two seasons; it focuses on large plastic litter rather than microplastics.