We can't find the internet
Attempting to reconnect
Something went wrong!
Hang in there while we get back on track
Analysis of Microplastic Contamination on Water and Sediment in the Brantas Subwatershed of the Malang Area
Summary
This Indonesian study (published in Bahasa Indonesia) analyzed microplastic contamination in both water and sediment of the Brantas River sub-watershed in the Malang area, one of the most important river systems in East Java. Microplastics were found in both water and sediment samples across sampling locations, with fibers being a dominant form. The Brantas River supports millions of people for drinking water and irrigation, making evidence of microplastic contamination in this system a significant public health and environmental concern.
Mikroplastik merupakan kontaminan yang sulit terurai yang telah banyak ditemukan di perairan sungai. Mikroplastik tidak hanya mencemari badan air tetapi juga menjadi polutan di dalam sedimen sungai. Wilayah Malang Raya merupakan salah satu wilayah yang dilewati oleh Sungai Brantas yang merupakan sungai terpanjang di Jawa Timur dan berperan penting bagi masyarakat. Sungai Brantas telah mengalami penurunan kualitas air terkait dengan cemaran mikroplastik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa jenis mikropastik dan kelimpahan mikroplastik yang ditemukan pada air dan sedimen di Sub DAS Brantas Wilayah Malang. Penelitian ini menggunakan metode survei dan penentuan titik lokasi pengambilan sampel secara purposive sampling. Mikroplastik yang ditemukan pada sampel air dan sedimen memiliki 3 jenis yang sama yaitu fragmen, fiber dan film. Jenis fragmen ditemukan mendominasi pada sampel air sebesar 38,62% dan juga pada sampel sedimen sebesar 76,13%. Kelimpahan mikroplastik di air tertinggi pada Stasiun 5 sebesar 686,67 partikel/m3 dan terendah pada Stasiun 1 sebesar 396,67 partikel/m3. Sedangkan kelimpahan mikroplastik di sedimen tertinggi pada Stasiun 3 sebesar 2.517,15 partikel/kg dan terendah pada Stasiun 2 sebesar 1.779,93 partikel/kg.