0
Article ? AI-assigned paper type based on the abstract. Classification may not be perfect — flag errors using the feedback button. Tier 2 ? Original research — experimental, observational, or case-control study. Direct primary evidence. Sign in to save

Characterization of Microplastics in Water and Sediment for Pollution Assessment at Sidem Beach, Tulungagung

Berkala Ilmiah Biologi 2026

Summary

Researchers characterized microplastics at Sidem Beach, Tulungagung, finding foam dominated water-column particles (76%) while fibers dominated sediment (55%), with abundances of 0.01–0.29 particles per liter in seawater and 1.33–24 particles per kilogram in sediment, consistent with degradation of plastic waste from nearby coastal and river-adjacent activities.

Study Type Environmental

Mikroplastik merupakan polimer sintetik dengan rentang ukuran kurang dari 5 mm. Mikroplastik yang tersebar di lingkungan perairan berbahaya terhadap ekosistem alami dan manusia. Penelitian bertujuan untuk mengetahui jenis, warna dan kelimpahan mikroplastik di Pantai Sidem Tulungagung. Sampel diambil dari air laut dan sedimen dengan tahapan penelitian dimulai dari pengukuran faktor abiotik air laut kemudian dilanjutkan dengan pengambilan sampel, pengeringan sampel, pemurnian dan pemisahan partikel mikroplastik dan pengamatan dengan menggunakan mikroskop stereo. Jenis mikroplastik yang ditemukan pada air laut antara lain fragmen, filamen, fiber dan foam dengan rerata kelimpahan sebesar 0,01-0,29 (0,1 ± 0,32) partikel/L yang didominasi oleh foam sebesar 76%. Pada sedimen ditemukan jenis mikroplastik berupa fragmen, filamen, fiber dan granula dengan rerata kelimpahan sebesar 1,33-24 (10,8 ± 16,5) partikel/kg yang didominasi oleh fiber sebesar 55%. Warna mikroplastik yang ditemukan antara lain bening, biru, merah, hitam, abu-abu dan putih dengan jumlah yang paling banyak adalah warna putih pada air laut dan warna bening pada sedimen. Mikroplastik yang ditemukan pada air dan sedimen di Pantai Sidem diperkirakan merupakan hasil degradasi sampah plastik yang berasal dari aktivitas antropogenik di sekitar pantai. Selain itu, kemungkinan juga berasal dari aktivitas wisata kuliner di pinggir Sungai Ngrowo, pembuangan limbah rumah tangga, industri, dan pertanian yang terbawa aliran sungai hingga sampai ke pantai.

Share this paper