0
Article ? AI-assigned paper type based on the abstract. Classification may not be perfect — flag errors using the feedback button. Sign in to save

Analisis Kelimpahan Dan Sebaran Mikroplastik Pada Perairan Dan Sedimen Di Laguna, Kabupaten Pekalongan

IEEE Journal of Selected Topics in Applied Earth Observations and Remote Sensing 2024
Maura Dhia Khanza Ritonga, Aris Ismanto, Azis Rifai

Summary

Researchers analyzed microplastic abundance and distribution in both water and sediment at Pekalongan Lagoon, Indonesia, using density separation and microscopic identification, finding peak water concentrations of 51 particles/L and sediment concentrations of 705 particles/kg, with fiber and fragment types dominating and significant correlations with oceanographic parameters including dissolved oxygen, pH, and salinity.

Mikroplastik merupakan salah satu ancaman serius bagi ekosistem perairan karena sifatnya yang sulit terurai, berukuran sangat kecil, serta berpotensi membawa bahan kimia berbahaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik, kelimpahan, dan sebaran mikroplastik pada perairan dan sedimen di Laguna Kabupaten Pekalongan, dengan fokus pada jenis dan bentuk partikel mikroplastik yang ditemukan. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif, melalui pengambilan sampel di 10 stasiun untuk air dan 4 stasiun untuk sedimen. Analisis laboratorium meliputi proses filtrasi untuk memisahkan partikel kasar, pemisahan densitas menggunakan larutan NaCl dan ZnCl₂ untuk mengapungkan mikroplastik, serta observasi mikroskopis guna mengidentifikasi bentuk dan jenis mikroplastik. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi kelimpahan mikroplastik yang signifikan, dengan nilai tertinggi pada air sebesar 51 partikel/L di Stasiun 6 dan pada sedimen sebesar 705 partikel/kg di Stasiun 10. Jenis mikroplastik yang paling dominan adalah fiber dan fragmen. Analisis statistik menggunakan korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan antara kelimpahan mikroplastik dengan parameter oseanografi, seperti oksigen terlarut, pH, dan salinitas. Temuan ini memberikan gambaran kondisi pencemaran mikroplastik di Laguna Pekalongan dan dapat menjadi acuan dalam pengelolaan lingkungan perairan yang lebih berkelanjutan.

Share this paper