We can't find the internet
Attempting to reconnect
Something went wrong!
Hang in there while we get back on track
Kapsurula: Inisiatif Ekonomi Sirkular Dari Program Csr Pt Badak Ngl Di Kampung Tihi-tihi
Summary
Researchers examined the Kapsurula initiative, a CSR program by PT Badak NGL that repurposed polyurethane industrial waste as floating buoys for seaweed farming in Kampung Tihi-Tihi, Indonesia, replacing microplastic-shedding PET bottles. The innovation reduced microplastic contamination risk, improved social cohesion, and lowered operational costs for seaweed farmers.
Ketergantungan masyarakat terhadap penggunaan plastik dalam aktivitas sehari-hari juga dialami oleh segmen petani rumput laut di Kampung Tihi-Tihi Kota Bontang. Petani rumput laut di˙ Kampung Tihi-Tihi memanfaatkan botol plastik bekas (utamanya jenis PET) sebagai pelampung untuk penanaman rumput laut. Padahal, penggunaan plastik PET berpotensi menimbulkan masalah lingkungan yang dapat mengganggu kualitas budi daya rumput laut. Sementara itu, masyarakat Kampung Tihi-Tihi sendiri merupakan kelompok rentan yang sedang mengalami masalah secara multidimensi dan bergantung pada kegiatan budi daya rumput laut. PT Badak NGL berinisiatif untuk menangani masalah multidimensi tersebut melalui inovasi Kapsurula yang memanfaatkan limbah Polyurethane sebagai bahan baku utama. Artikel ini membahas mengenai utilisasi inovasi Kapsurula sebagai contoh penerapan prinsip ekonomi sirkular dalam menciptakan dampak positif pada dimensi lingkungan, sosial, dan ekonomi bagi petani rumput laut, khususnya di Kampung Tihi-Tihi. Temuan pada artikel ini mengindikasikan adanya manfaat penggunaan Kapsurula dalam mengantisipasi cemaran mikroplastik, meningkatkan kohesi sosial masyarakat, dan penghematan operasional dalam budi daya rumput laut.