0
Article ? AI-assigned paper type based on the abstract. Classification may not be perfect — flag errors using the feedback button. Sign in to save

Identifikasi Mikroplastik Pada Limbah Laundry di Kota Pontianak

Phlebology The Journal of Venous Disease 2024 1 citation ? Citation count from OpenAlex, updated daily. May differ slightly from the publisher's own count.
Rizqa Khairunnisa, Kiki Prio Utomo, Aini Sulastri

Summary

Researchers identified microplastics in laundry wastewater from a laundromat in Pontianak, Indonesia, finding that all particles were fiber-shaped with acrylonitrile butadiene styrene and polyethylene polymers present, and that the washing cycle released the highest concentration at an average of 2,239 particles per liter, with detergent, garment age, spin system, and water presence all influencing fiber release.

Polymers

Aktivitas masyarakat yang semakin tinggi, mendorong munculnya usaha-usaha yang bertujuan meringankan beban masyarakat seperti jasa laundry. Limbah yang dihasilkan usaha jasa laundry mengandung detergent, benang dan serat-serat kain sintetis (mikroplastik). Mikroplastik merupakan polimer sintetis berukuran kurang dari 5mm yang tidak dapat didegradasi sempurna dan akan menjadi kontaminan lingkungan untuk jangka panjang. Ukurannya yang kecil mengakibatkan mikroplastik dapat masuk dalam rantai makanan dan menimbulkan dampak toksisitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk, kelimpahan, massa dan jenis polimer mikroplastik di limbah cair laundry. Pengumpulan sampel dilakukan pada laundry X Kota Pontianak dengan mengambil 3 sampel pada proses pencucian, pembilasan dan pengeringan. Analisis laboratorium diawali dengan penyaringan sampel, degradasi organik, pemisahan densitas, penyaringan akhir, pengamatan mikroskop dan uji FTIR. Mikroplastik yang ditemukan di seluruh sampel hanya berbentuk fiber, dengan polimer acrylonitrile butadiene styrene pada pencucian pertama dan polietilen pada pencucian kedua dan ketiga. Diantara semua proses, pencucian merupakan proses yang melepaskan mikroplastik paling banyak dengan rata-rata kelimpahan 2.239 partikel/L dan massa 129 gr. Penelitian ini menemukan bahwa detergent, umur pakaian, sistem putaran dan keberadaan air pada proses meningkatkan pelepasan serat mikroplastik selama pencucian.

Share this paper