We can't find the internet
Attempting to reconnect
Something went wrong!
Hang in there while we get back on track
Identifikasi Cemaran Mikroplastik Di Perairan Sungai Musi Wilayah Musi Banyuasin (berdasarkan Konsentrasi Mikroplastik Pada Parameter Biota)
AI summary Read the abstract
Researchers examined microplastic contamination in fish from the Musi River near Sekayu, Indonesia, using KOH digestion and H2O2 extraction of digestive tracts. They found fiber, fragment, and foam particles ranging from 306 to 1069 µm, with color and size variation attributed to UV oxidation and fragmentation.
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi mikroplastik pada biota di Sungai Musi, khususnya di dekat Desa Sekayu, Musi Banyuasin, untuk memahami dampak pencemaran plastik terhadap ekosistem dan kesehatan manusia. Mikroplastik dapat memasuki ekosistem sungai dan mengontaminasi organisme akuatik, termasuk ikan, yang berpotensi membahayakan kesehatan ikan dan manusia serta berfungsi sebagai vektor kontaminan berbahaya dan patogen. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pengambilan sampel ikan melalui nelayan dan alat penangkap ikan. Ikan didata, diidentifikasi spesiesnya, serta diukur panjang dan beratnya. Identifikasi mikroplastik dilakukan dengan membedah ikan, mengangkat, menimbang, dan melarutkan saluran pencernaan dalam larutan KOH 10%. Jika diperlukan, ekstraksi kedua dengan H2O2 3% dilakukan. Sampel kemudian disaring menggunakan kain mesh 120 dibilas, dan dikeringkan sebelum identifikasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa mikroplastik terdiri dari fiber (2 partikel), fragmen (1 partikel), dan foam (1 partikel), dengan warna coklat mendominasi. Fiber terbesar berukuran 1068,92 µm, sementara foam terkecil berukuran 306,46 µm. Variasi warna dan ukuran mikroplastik dipengaruhi oleh oksidasi akibat paparan sinar matahari dan proses fragmentasi yang diperparah oleh radiasi UV. Penelitian ini menekankan pentingnya mitigasi dan regulasi untuk mengurangi pencemaran plastik dan dampaknya pada biota serta kesehatan manusia.
More Papers Like This
Identifikasi Mikroplastik Pada Sedimen di Perairan Sungai Musi Wilayah Kabupaten Banyuasin
AI summary Read the abstract
Researchers identified microplastics in sediments from the downstream Musi River in Banyuasin District, Indonesia, detecting six particles per 100 mL sample including fragments, fibers, and films ranging from 650 to 1,884 µm in size, with brown-colored fragments most prevalent.
Deteksi Keberadaan Mikroplastik Pada Sedimen Perairan Sungai Musi Wilayah Sekayu, Musi Banyuasin
AI summary Read the abstract
Researchers detected microplastics in sediments from the Musi River in Sekayu, South Sumatra, finding foam, fiber, and fragment morphotypes with brown-colored particles dominant at 6 particles per 50g dry sediment, with sizes ranging from 277 to 1,175 micrometers.
Identifikasi Kandungan Mikroplastik pada Perairan Sungai
AI summary Read the abstract
Water samples from the Musi River in South Sumatra contained microplastics in all four forms — fibers, films, fragments, and pellets — with fibers most abundant at 5 particles per 100 mL, confirming microplastic presence in this Indonesian waterway.
Persebaran Mikroplastik di Lintas Ekosistem Sumatera Selatan
AI summary Read the abstract
Researchers investigated microplastic distribution in the Musi River and its estuary in South Sumatra, Indonesia, finding an average concentration of 33.8 particles/m³ with fragments (77.5%) and fibers (22.5%) dominating, and LDPE as the most common polymer type, confirming the river serves as a transport pathway for microplastics from terrestrial sources to the marine environment.
Identifikasi Bentuk Mikroplastik Di Sungai Martapura (studi Kasus: Sisi Barat Muara Kelayan)
AI summary Read the abstract
Researchers identified microplastic types in water and sediment samples from the Martapura River estuary in Banjarmasin, Indonesia, using 40x binocular microscopy. Fibers dominated in both water (93%) and sediment (64%), with fragments and films also present.
Research digests by email
When a large batch of papers lands in the Atlas, we read through it and send a short write-up of what stood out.